Kreatif! Tali HP Laris di Bazar Ramadan Semarang, UMKM Binaan BRI Raup Untung

SEMARANG, iNEWSJOGLOSEMAR.ID – Produk tali HP hasil kreasi Indah Trihastuti, menjadi salah satu barang yang paling diburu dalam Bazar Ramadan Semarang di Halaman Balai Kota Semarang pada Selasa-Rabu/25-26 Maret 2025. Dalam beberapa jam sejak bazar dibuka, puluhan tali HP dan pernak-pernik lainnya sudah terjual.
Indah, perempuan asal Semarang berusia 46 tahun yang juga ibu dari tiga anak, mengaku awalnya hanya membuat tali HP untuk keperluannya sendiri. Namun, karena banyak teman yang tertarik dan meminta dibuatkan, ia pun mulai memproduksi tali HP dalam jumlah lebih banyak.
“Tali HP awalnya saya pakai sendiri, lalu banyak yang tanya dan minta dibuatkan. Saya pakai tali paracord dan tali prusik, yang biasanya digunakan anak-anak naik gunung. Bahannya kuat, tidak mudah putus, dan tetap nyaman digunakan,” kata Indah, Selasa (25/3/2025).
Tali HP buatannya hadir dalam berbagai warna menarik, sehingga tetap stylish meski dikalungkan di leher atau dijadikan gelang di tangan. Indah menyebut, perempuan biasanya menyukai warna-warni cerah, sementara laki-laki lebih banyak memilih warna netral seperti hitam, coklat, dan biru navy.
“Yang paling laris itu warna hitam dan motif karakter Mickey, sudah habis. Setelah itu, tali dengan bentuk bunga juga banyak yang suka,” tambahnya.
Indah memproduksi tali HP bersama suaminya. Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pengerjaan dilakukan secara manual tanpa mesin.
“Kalau produksi banyak, saya dibantu suami karena tarikan tangannya lebih kuat. Semua dikerjakan manual dengan teknik makrame, yang memiliki berbagai jenis simpul,” jelasnya yang berjualan dibantu dua anaknya tersebut.
Dalam sehari, kapasitas produksi Indah berkisar antara 50 hingga 100 buah, tergantung ketersediaan bahan. Ia juga menerima pesanan custom sesuai keinginan pelanggan, termasuk pilihan warna, bahan, dan tambahan aksesori seperti huruf-huruf nama.
Harga produk yang dijual Indah cukup terjangkau, mulai dari Rp10.000 untuk pernak-pernik kecil, sementara tali HP dijual dengan harga Rp20.000 hingga Rp35.000, tergantung desain dan tingkat kerumitannya.
Pada bazar tersebut, Indah mengaku senang karena penjualannya cukup tinggi meski baru beberapa jam sejak bazar dibuka. “Alhamdulillah, lumayan untuk keperluan Lebaran. Baru beberapa jam sudah terjual puluhan tali HP dan pernak-pernik lainnya,” ujarnya.
Indah mulai mengenal Rumah BUMN Semarang milik BRI sejak 2024, dan mengaku mendapatkan banyak manfaat dari keikutsertaannya. Menurutnya, berbagai pelatihan dan pendampingan yang diberikan sangat membantunya dalam mengembangkan usaha.
“Keuntungan ikut Rumah BUMN itu saya dapat banyak ilmu dan pendampingan, termasuk pelatihan pemasaran melalui TikTok. Kami juga sering diajak ikut bazar seperti ini,” tuturnya.
Endang Sulistiawati, Koordinator Rumah BUMN Semarang, menegaskan bahwa pihaknya terus mendukung perkembangan UMKM lokal agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami memberikan pelatihan packaging, pemasaran, dan fotografi produk agar UMKM bisa bersaing di pasar internasional. Saat ini, lebih dari 7.000 UMKM telah mendapatkan manfaat dari program ini,” kata perempuan yang akrab disapa Tia tersebut.
Tia menambahkan bahwa dalam bazar ini terdapat belasan UMKM binaan BRI yang ikut serta, mulai dari sektor kerajinan, kuliner, hingga fesyen. “Kami terus berupaya membantu UMKM agar berkembang lebih pesat. Kegiatan seperti bazar ini menjadi wadah bagi mereka untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan,” ujarnya.
Selain mendukung UMKM binaan, BRI juga membuka stan khusus dalam bazar tersebut, menyediakan 20 paket sembako dengan harga tebus murah bagi masyarakat.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya membantu UMKM dalam promosi produk mereka, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Editor : Enih Nurhaeni