get app
inews
Aa Text
Read Next : Ratusan Jamaah Salat Id di Alun-Alun Kebumen, Aparat TNI Pastikan Ibadah Khusyuk

Pasukan Kuning Desa Puro Turun Tangan, Jalan TMMD Sragen Dikebut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:47 WIB
header img
Pasukan Kuning Desa Puro Turun Tangan, Jalan TMMD Sragen Dikebut (Foto: ist)

 

SRAGEN, iNewsJoglosemar.id – Sejak pagi, pasukan kuning sudah diterjunkan di lokasi TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen. Mereka bukan prajurit berseragam loreng, melainkan warga Desa Puro yang datang dengan semangat sama untuk membantu TNI membangun jalan desa.

Dengan mengenakan kaus kuning seragam, warga langsung bergabung bersama anggota Satgas TMMD di titik pengecoran jalan sepanjang 1.100 meter yang menjadi sasaran utama pembangunan.

Warna kuning mencolok itu membuat mereka mudah dikenali. Di tengah deretan seragam hijau TNI, kehadiran pasukan kuning justru menambah semangat dan memperlihatkan kuatnya kebersamaan antara rakyat dan tentara.

Sebelum pekerjaan dimulai, seluruh personel mengikuti apel pagi yang dipimpin Komandan Satuan Setingkat Peleton (Dan SST) TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, Rachmad Jelang Abrianto, S.Tr.(Han), Minggu (3/5/2026).

Dalam arahannya, Dan SST menegaskan bahwa apel pagi menjadi langkah wajib sebelum pekerjaan lapangan dimulai. Bukan sekadar formalitas, apel menjadi penentu kesiapan fisik, mental, hingga pembagian tugas seluruh personel.

Menurutnya, apel pagi juga menjadi momen penting untuk mengecek kelengkapan anggota, kesiapan alat kerja, serta memastikan keamanan selama proses pembangunan berlangsung.

Hal itu penting karena pekerjaan TMMD tidak ringan. Selain pengecoran jalan, ada pembangunan talud, rehab RTLH, pembuatan jamban sehat, hingga pengerjaan sumur bor.

“Apel pagi ini adalah bentuk disiplin dan tanggung jawab. Dari sini kita mulai pekerjaan dengan semangat, kekompakan, dan koordinasi yang baik,” tegas Dan SST.

Usai apel, pekerjaan langsung dilanjutkan. Hari Minggu bukan alasan untuk berhenti, sebab target pengecoran jalan harus terus dikejar agar selesai tepat waktu.

Di lokasi itulah pasukan kuning benar-benar menjadi perhatian. Warga yang mengenakan kaus seragam itu terlihat antusias mengangkut material, meratakan adukan semen, hingga membantu proses pengecoran bersama anggota Satgas.

Parno, salah satu warga, mengaku kaus kuning yang dikenakan itu merupakan hadiah dari toko material yang dibagikan melalui anggota Satgas TMMD.

Namun bagi warga, kaus itu bukan sekadar pakaian kerja. Ada rasa bangga karena mereka terlihat kompak dan serasi saat bekerja bersama TNI.

“Ini kaus hadiah dari toko material, yang dibagikan oleh anggota Satgas TMMD, makanya biar seragam kami pakai supaya tidak kalah sama pak tentara seragamnya, selain itu supaya tidak panas,” ujar Parno sambil tersenyum.

Menurutnya, memakai kaus seragam membuat warga semakin bersemangat karena merasa menjadi bagian penting dalam pembangunan desa.

Sertu Sunardi, anggota Satgas TMMD, mengatakan keberadaan warga sangat membantu percepatan pekerjaan di lapangan. Kekompakan antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam program TMMD.

Baginya, tidak ada perbedaan tugas antara prajurit dan warga. Semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menyelesaikan pembangunan demi kepentingan bersama.

“Menambah kekompakan dan kerja sama yang baik, kita sama-sama bekerja dengan warga. Tugas dan tanggung jawab kami anggota Satgas TMMD Reg ke-128 Kodim 0725/Sragen dan warga sama yaitu menyelesaikan pengecoran umumnya untuk menyukseskan gelaran TMMD,” ujar Sertu Sunardi.
 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut