Fenomena Fatherless! 1 dari 4 Anak Indonesia Tumbuh Tanpa Ayah, Bergema Hadir di Semarang
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Data itu terasa menohok. 20,9% anak Indonesia tumbuh tanpa peran ayah. Artinya, satu dari empat anak mengalami fatherless. Angka ini yang mendorong program BERGEMA - Berbagi Bergerak Bersama - mengangkat tema "Aku dan Bapakku" tahun ini.
Di Semarang, kegiatan BERGEMA digelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Minggu (11/10/2026). Anak-anak dan orang tua dari keluarga rentan berkumpul. Mereka belajar, bermain, dan bertumbuh bersama. Bukan sekadar acara seremonial.
Setiap keluarga mengikuti berbagai aktivitas interaktif. Mulai dari permainan kolaboratif ayah dan anak, sesi parenting, edukasi perencanaan keuangan keluarga, hingga aktivitas berbasis permainan. Para peserta juga menerima learning kit untuk melanjutkan aktivitas belajar dan bermain di rumah.
Sepanjang 2026, BERGEMA akan menjangkau 1.000 anak di 50 kota di Indonesia. Program ini juga menyalurkan donasi bagi pendidikan anak dari keluarga rentan. Kegiatan di Semarang menjadi bagian dari rangkaian yang berlangsung bertahap di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
BERGEMA digagas oleh Generali Indonesia melalui gerakan The Human Safety Net, bersama Yayasan Jarimatika (Komunitas Ibu Profesional). Program ini menyasar keluarga rentan dengan menghadirkan ruang belajar, bermain, dan bertumbuh.
"Kami percaya bahwa keluarga adalah lingkungan pertama dan terpenting bagi tumbuh kembang anak. Interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan anak, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga," ujar Devi Heriani, Program Manager THSN Indonesia.
Septi Peni Wulandani, Founder Komunitas Ibu Profesional, menekankan pentingnya bermain dalam tumbuh kembang anak.
"Bermain adalah bahasa pertama anak, dan telah terbukti menjadi salah satu cara terbaik untuk anak belajar dan membangun kedekatan dengan keluarga sebagai 'sekolah' pertamanya," ujarnya.
Dengan tema "Aku dan Bapakku", ia berharap semakin banyak ayah menyadari bahwa kehadiran mereka bukan sekadar membantu pengasuhan. "Tetapi menjadi bagian yang tidak tergantikan dalam proses tumbuh kembang anak," tegasnya.
Program ini merupakan bagian dari gerakan The Human Safety Net yang aktif di 26 negara. Sejak diluncurkan pada 2018, THSN Indonesia telah memberikan dampak kepada lebih dari 40.000 anak dan keluarga. Fokusnya pada pendidikan dan nutrisi anak, penguatan ketahanan keluarga, serta literasi dan perencanaan keuangan keluarga.
Program BERGEMA terselenggara berkat donasi yang terkumpul pada 2025 senilai Rp1,2 miliar. Donasi itu disalurkan kepada Yayasan Jarimatika (Komunitas Ibu Profesional).
Editor: Enih Nurhaeni