Kepala Desa Tegaldowo, Budi Junaidi, mengatakan banjir berdampak besar terhadap kehidupan warga, mulai dari aktivitas ekonomi hingga pendidikan.
“Kami berharap Sungai Sengkarang segera dinormalisasi, karena luapan airnya banyak berasal dari sana,” katanya.
Sementara itu, relawan setempat Muhammad Nizar menyebut banjir dipicu oleh kombinasi hujan lokal, kiriman air dari wilayah selatan, limpasan Sungai Sengkarang, serta rob di kawasan pesisir.
Meski pompa air telah dioperasikan, kapasitasnya belum mampu mengimbangi besarnya volume air.
“Pompa terus berjalan, tapi debit airnya terlalu besar,” ujarnya.
Relawan bersama warga juga mendirikan posko darurat dan memprioritaskan evakuasi kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak.
“Kelompok rentan kami evakuasi, sementara pemuda bertahan menjaga rumah,” pungkas Nizar.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
