SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah memastikan realisasi serapan gabah setara beras periode Januari–Februari 2026 telah mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan.
Pimpinan Wilayah Bulog Jateng, Sri Muniati, menyampaikan capaian tersebut usai kegiatan panen padi bersama Gubernur Jawa Tengah di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jumat (20/2/2026).
Target serapan Januari–Februari 2026 sebesar 33.745 ton setara beras berhasil dipenuhi sebelum akhir bulan. Hingga 20 Februari 2026, seluruh target telah terealisasi dan sisa waktu yang ada akan terus dimanfaatkan untuk menambah cadangan.
Capaian ini didukung mulai masuknya masa panen di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Puncak panen diperkirakan terjadi pada Maret mendatang. Untuk itu, Bulog mengoptimalkan Tim Jemput Pangan di seluruh cabang guna mempercepat penyerapan gabah langsung dari petani.
Sepanjang tahun 2026, Bulog Jateng ditargetkan menyerap 374.658 ton setara beras. Hingga Juni 2026, diharapkan sekitar 75 persen dari target tersebut dapat terealisasi. Bulog juga menggandeng pemerintah daerah, TNI, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk memastikan proses penyerapan berjalan maksimal.
Terkait ketersediaan stok, Bulog Jateng memastikan persediaan beras dalam kondisi aman. Saat ini stok yang dikuasai mencapai sekitar 247.000 ton setara beras, terdiri atas cadangan beras pemerintah dan stok komersial.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan Idul Fitri 2026. Selain beras, ketersediaan minyak goreng Minyakita juga dipastikan aman dengan stok sekitar 850 ribu liter yang akan terus ditambah. Distribusi difokuskan ke pasar-pasar guna mengantisipasi lonjakan harga.
Dalam waktu dekat, pemerintah juga merencanakan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Bulog Jateng akan mendukung penuh penyerapan dan distribusi guna menjaga stabilitas kebutuhan pokok di wilayah Jawa Tengah.
Sementara itu, Perum Bulog Cabang Semarang mencatat capaian serapan gabah melampaui target bulanan.
Pimpinan Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, menyampaikan bahwa penyerapan telah dilakukan intensif sejak Januari hingga Februari 2026, dengan realisasi mencapai 140 persen dari target bulanan.
Jumlah gabah yang telah diserap mencapai sekitar 25 ribu ton gabah kering panen atau setara sekitar 12.500 ton beras. Puncak panen di wilayah sentra padi seperti Grobogan dan Demak dimanfaatkan untuk memaksimalkan serapan sebelum masa panen berakhir.
Untuk wilayah kerja Bulog Semarang, stok beras saat ini mencapai 64 ribu ton dan dinilai sangat mencukupi untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri. Cadangan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.
Koordinasi dengan dinas terkait, TNI-Polri, serta Tim Satgas terus dilakukan guna memastikan stabilitas harga beras dan minyak goreng tetap terjaga di pasaran.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
