Waspada Cedera Lutut saat Olahraga, Kenali Gejala dan Penanganannya

Taufik Budi
Waspada Cedera Lutut saat Olahraga, Kenali Gejala dan Penanganannya. Foto: Taufik Budi

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id — Tren gaya hidup sehat membuat masyarakat semakin aktif berolahraga. Namun di balik meningkatnya aktivitas fisik, risiko cedera olahraga juga ikut meningkat. Hal ini diingatkan oleh dokter Spesialis Bedah Orthopaedi Dan Traumatologi dari SMC RS Telogorejo, dr. Dadang Rona Sasetyo, Sp.OT (K),SubSp.PL.,AIFO-K.

Menurutnya, cedera olahraga secara umum terbagi menjadi dua kategori, yakni kontak dan non-kontak.

“Olahraga kontak seperti bela diri, boxing, muay thai, atau jujitsu memiliki risiko benturan langsung. Sementara non-kontak seperti tenis, padel, atau pickleball, cedera biasanya terjadi karena gerakan berulang atau kesalahan teknik,” jelasnya, di Auditorium SMC RS Telogorejo, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan, meningkatnya fasilitas olahraga baru seperti lapangan padel justru menjadi tanda positif meningkatnya kesadaran masyarakat. Namun di sisi lain, hal ini juga diiringi potensi cedera yang lebih tinggi jika tidak diimbangi persiapan fisik yang baik.

“Yang penting bukan menghindari olahraga, tapi bagaimana kita mempersiapkan tubuh. Pemanasan yang benar dan penguatan otot sangat penting untuk menekan risiko cedera,” tegasnya.

Cedera Lutut Masih Dominan

Salah satu cedera yang paling sering terjadi di kalangan atlet maupun masyarakat umum adalah cedera ligamen lutut, termasuk ACL (Anterior Cruciate Ligament).

Untuk penanganannya, kini dunia medis telah berkembang dengan teknik operasi minimal invasif seperti artroskopi, yang memungkinkan tindakan dilakukan dengan luka sangat kecil.

“Lukanya bisa kurang dari satu sentimeter. Dengan trauma jaringan yang lebih minimal, proses pemulihan juga lebih cepat,” terang dr. Dadang.

Teknologi ini dinilai sangat membantu, terutama bagi atlet profesional yang memiliki waktu terbatas untuk kembali ke lapangan.

Pendekatan Modern dan Multidisiplin

Tak hanya saat operasi, penanganan cedera olahraga kini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pra-operasi, tindakan, hingga pemulihan.

Di SMC RS Telogorejo, layanan cedera olahraga sudah didukung dengan fisioterapi khusus olahraga yang bertujuan tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga mengembalikan performa pasien.

“Targetnya bukan sekadar sembuh, tapi bisa kembali berolahraga bahkan berprestasi. Karena itu pendekatannya tim, tidak hanya satu dokter,” jelasnya.

Teknologi Robotik untuk Operasi Lutut

Selain penanganan cedera, SMC RS Telogorejo juga menghadirkan inovasi terbaru berupa teknologi robotik RONEE (Robotic Knee System) untuk tindakan Total Knee Replacement (TKR).

Direktur Utama SMC RS Telogorejo, Alice Sutedjo Lisa, menjelaskan bahwa teknologi ini membantu dokter melakukan operasi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

“Dengan perencanaan berbasis CT Scan, dokter bisa menentukan posisi implan secara akurat sehingga hasilnya lebih optimal,” ujarnya.

TKR sendiri biasanya dilakukan pada pasien dengan kerusakan sendi lutut berat, seperti osteoarthritis kronis yang sudah tidak bisa ditangani dengan terapi biasa.

Pemulihan Lebih Cepat, Aktivitas Kembali Normal

Pasien yang menjalani operasi lutut dengan teknologi modern ini bahkan sudah bisa mulai mobilisasi sejak hari pertama pasca operasi.

Dalam beberapa minggu, kemampuan berjalan akan pulih bertahap, dan dalam beberapa bulan pasien bisa kembali beraktivitas normal.

Namun, dokter tetap mengingatkan bahwa implan buatan tetap memiliki keterbatasan dibandingkan sendi asli.

“Tidak ada yang bisa menggantikan ciptaan Tuhan secara sempurna. Karena itu pasien harus mengikuti aturan penggunaan agar implan bisa bertahan lama,” tambah dr. Dadang.

Tetap Aktif, tapi Lebih Bijak

Meningkatnya tren olahraga di masyarakat tetap menjadi hal positif. Namun, kesadaran akan risiko dan pentingnya penanganan yang tepat menjadi kunci utama agar aktivitas fisik tetap aman.

Dengan dukungan teknologi medis modern dan layanan terintegrasi, masyarakat kini memiliki akses lebih baik untuk menangani cedera olahraga secara cepat, aman, dan presisi.

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network