PEMALANG, iNewsJoglosemar.id – Warga di wilayah pelosok Kabupaten Pemalang kini bisa bernapas lega. Jembatan gantung sepanjang 164 meter yang membentang di atas Sungai Comal resmi dioperasikan, membuka akses penting yang selama ini menjadi kendala, terutama bagi pelajar.
Peresmian Jembatan Gantung Bantaragung di Desa Sokawati, Kecamatan Ampelgading, dilakukan oleh Achiruddin. Jembatan ini menghubungkan Dukuh Bantaragung, Desa Sokawati dengan Dukuh Kalilanang, Desa Payung yang sebelumnya terpisah oleh aliran sungai.
Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kodam IV/Diponegoro dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY serta dukungan masyarakat.
“Ini bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Dengan panjang 164 meter dan lebar 1,5 meter, jembatan ini kini menjadi akses vital bagi warga. Sebelumnya, masyarakat harus memutar jauh bahkan menghadapi risiko saat menyeberang sungai, terutama saat debit air meningkat.
Kini, akses menuju sekolah, pasar, hingga fasilitas kesehatan menjadi jauh lebih mudah dan aman. Bagi para pelajar, jembatan ini menjadi jalur baru menuju masa depan yang lebih baik.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, turut mengapresiasi pembangunan ini. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur di daerah.
“Semoga ini menjadi simbol sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Pemalang,” ungkapnya.
Selain meningkatkan akses pendidikan, kehadiran jembatan ini juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan kini menjadi lebih lancar.
Peresmian jembatan juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga yang menyambut penuh antusias.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
