get app
inews
Aa Text
Read Next : Gubernur Jateng: UMKM Butuh Pinjaman Murah, Bukan Pinjol Ilegal

Mau UMKM Naik Kelas hingga Ekspor? Simak Pengalaman Kingkaf di BRIncubator 

Sabtu, 22 Maret 2025 | 13:29 WIB
header img
Mau UMKM Naik Kelas hingga Ekspor? Simak Pengalaman Kingkaf di BRIncubator (Taufik Budi)

SEMARANG, iNEWSJOGLOSEMAR.ID - Pelaku UMKM yang ingin berkembang dan bersaing di pasar global dapat mengikuti program inkubasi bisnis seperti BRIncubator. Program ini memberikan pelatihan dan pendampingan dari pakar UMKM untuk membantu pengusaha meningkatkan kapasitas bisnis mereka.

Ika Yuanita, pemilik brand kuliner Kingkaf, merasakan manfaat besar setelah mengikuti program ini. Ia mengungkapkan bahwa awal mula mengetahui program ini adalah dari temannya yang mengikuti BRILianpreneur, sebuah ajang besar tahunan yang diadakan oleh BRI.

"Saya penasaran, kok bisa ikut? Gimana caranya? Ternyata itu merupakan bagian dari pendampingan Rumah BUMN BRI," ujarnya di kediamannya di kawasan Gombel, Kota Semarang, Rabu (19/3/2025).

Sebelumnya, Ika tidak mengetahui bahwa BRI memiliki Rumah BUMN sebagai pusat pendampingan UMKM. Setelah mendapatkan informasi lebih lanjut, ia akhirnya mendaftarkan diri ke Rumah BUMN, yang ternyata memiliki persyaratan yang cukup sederhana.

"Saya hanya perlu memiliki akun Rumah BUMN, rekening BRI, dan QRIS BRI untuk bisa ikut serta," katanya.

Setelah terdaftar, Ika diarahkan untuk mengikuti program BRIncubator, yang merupakan salah satu inisiatif BRI dalam membina UMKM agar lebih modern dan siap bersaing.

"Karena BRILianpreneur saat itu sudah lewat dan baru ada tahun depan, saya diarahkan ke BRIncubator, yang kebetulan waktu itu paling dekat jadwalnya," jelasnya.

Mengikuti BRIncubator menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Ika. Ia mengungkapkan bahwa program ini tidak sekadar seminar sekali selesai, tetapi merupakan pendampingan berkelanjutan yang benar-benar membantunya mengembangkan bisnis.

"Di BRIncubator, saya belajar banyak, mulai dari cara mengembangkan produk, menambah nilai jual, hingga memahami alasan kuat di balik usaha yang saya jalankan," katanya.

Selain pelatihan, program ini juga memiliki kompetisi yang bertujuan untuk menilai sejauh mana kemajuan produk peserta.

"Jadi, bukan hanya sekadar pelatihan, tapi ada evaluasi nyata. Kita bisa melihat apakah produk kita sudah sesuai dengan standar yang seharusnya atau belum," tambahnya.

Puncaknya, pada 2023, Ika berhasil meraih juara pertama dalam program BRIncubator. Pengumuman pemenang dilakukan pada Januari 2024, dan kemenangan tersebut membuka peluang baru bagi Kingkaf untuk menembus pasar ekspor.

"Sebelumnya, saya sama sekali tidak berpikir bahwa produk saya bisa bersaing di tingkat global. Tapi setelah melalui BRIncubator, saya semakin percaya diri. Tahun 2024 ini, saya mulai berani menawarkan produk ke luar negeri, dan saya berhasil mengirimkan produk pertama saya ke Amerika dan Jerman," ujarnya dengan bangga.

Ika bercerita bahwa awalnya ia datang ke Rumah BUMN hanya membawa produk tahu bakso, pisang sale, serta minuman kopi dalam kemasan botol. Dari situ, ia mendapatkan banyak masukan tentang cara mengembangkan produknya agar memiliki daya saing lebih tinggi.

Dengan mengikuti BRIncubator, Ika tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga jaringan dan peluang yang lebih luas. Ia mengajak para pelaku UMKM pemula untuk tidak ragu mengikuti program ini.

"Saya dulunya juga tidak tahu apa-apa, tapi setelah ikut BRIncubator, saya sadar bahwa produk saya bisa berkembang dan bersaing. Jadi, buat UMKM pemula, saya sangat merekomendasikan program ini," tuturnya.

Koordinator Rumah BUMN Semarang, Endang Sulistiawati, menjelaskan bahwa BRIncubator memang dirancang untuk membantu UMKM naik kelas. Untuk itu, pelaku UMKM pemula bisa ikut mendaftar dengan mengikuti panduan berikut: https://bbri.id/Tutorial_BRlncubator2025.

"Di Rumah BUMN Semarang, kami mengadakan berbagai pelatihan, mulai dari pemasaran digital, pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas produk, hingga strategi ekspor ke pasar global," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh BRI pusat. Hal ini karena BRIncubator merupakan program dari BRI pusat yang dijalankan di berbagai daerah, termasuk di Semarang.

Selain itu, program BRIncubator memiliki beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh peserta. Syarat tersebut mencakup kepemilikan usaha minimal enam bulan, memiliki legalitas usaha seperti NIB, aktif dalam penjualan di e-commerce, serta menjadi anggota aktif Rumah BUMN BRI.

"Target kita dari Rumah BUMN Semarang adalah ada 50 UMKM yang ikut seleksi. Sampai saat ini sudah ada 27 UMKM yang mendaftar. Nanti mereka akan dikurasi oleh pusat," jelasnya.

BRIncubator menjadi salah satu jalur bagi UMKM untuk bisa naik kelas dan menembus pasar ekspor. Dengan bimbingan dari para pakar serta dukungan jaringan yang luas, UMKM diharapkan dapat semakin berkembang dan bersaing di kancah internasional.

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut