get app
inews
Aa Text
Read Next : Gubernur Jateng: UMKM Butuh Pinjaman Murah, Bukan Pinjol Ilegal

QRIS Permudah Transaksi di Bazar Ramadan, UMKM Tak Lagi Repot Cari Uang Kembalian

Rabu, 26 Maret 2025 | 18:50 WIB
header img
QRIS Permudah Transaksi di Bazar Ramadan, UMKM Tak Lagi Repot Cari Uang Kembalian (Taufik Budi)

SEMARANG, iNEWSJOGLOSEMAR.ID – Pembayaran digital semakin menjadi pilihan utama bagi masyarakat, terutama generasi muda yang lebih nyaman bertransaksi tanpa uang tunai. Dalam Bazar Ramadan Semarang yang digelar pada Selasa-Rabu/25–26 Maret 2025 di Halaman Balai Kota Semarang, penggunaan QRIS oleh UMKM binaan BRI terbukti memperlancar transaksi dan meningkatkan kenyamanan pembeli. 

Indah Trihastuti, pengrajin tali HP dan pernak-pernik asal Semarang, mengaku merasakan langsung manfaat pembayaran digital ini. Sejak menggunakan QRIS, transaksi di stan miliknya menjadi lebih cepat dan praktis. 

“Kita sering ikut pameran atau bazar di tengah-tengah mereka, dan sekarang trennya memang cashless. Mereka hanya perlu membayar pakai HP, cukup scan, langsung terbayar,” ujar Indah Selasa (25/3/2025). 

Menurut Indah, QRIS sangat membantu terutama dalam transaksi dengan nominal kecil. “Banyak pelajar atau mahasiswa yang beli barang kecil seperti gantungan atau aksesori murah. Kalau pakai QRIS, mereka tidak perlu repot cari uang pas atau nunggu kembalian,” tambahnya. 

Selain mempermudah pembeli, sistem pembayaran digital ini juga mempercepat transaksi bagi penjual. Indah menuturkan bahwa sejak awal bazar, puluhan tali HP dan aksesori lainnya sudah terjual hanya dalam beberapa jam. “Lumayan buat tambahan keperluan Lebaran,” katanya. 

Produk yang dijual Indah beragam, mulai dari tali HP yang bisa dikalungkan di leher atau dijadikan gelang, hingga bros dan cincin berbahan tembaga. Semua produknya dibuat dengan teknik simpul makrame dan bisa dikustomisasi sesuai permintaan pelanggan. 

Menurut Indah, QRIS juga sangat efektif saat terjadi lonjakan pembeli di stan miliknya. “Kalau ramai, antrean jadi panjang kalau pakai uang tunai karena harus nunggu kembalian. Dengan QRIS, tinggal scan dan selesai dalam hitungan detik,” jelasnya. 

Bahkan, transaksi bisa dilakukan meski pelanggan tidak langsung bertemu penjual. “Kadang ada yang mau beli tapi saya sedang tidak di stan. Dengan QRIS, mereka bisa scan dan bayar, lalu tinggal konfirmasi lewat chat,” ujarnya. 

Tidak hanya mempermudah transaksi bagi pelanggan, QRIS juga memberikan keuntungan bagi pelaku usaha dalam pencatatan keuangan. “Kita jadi lebih mudah mencatat pemasukan karena semua transaksi otomatis terekam,” jelas Indah. 

Indah menilai bahwa penggunaan QRIS memberikan fleksibilitas lebih bagi pelaku usaha mikro seperti dirinya. “Dulu kalau ada pembeli yang tidak bawa uang tunai, mereka batal beli. Sekarang, semua bisa transaksi tanpa hambatan,” katanya. 

Tren pembayaran cashless memang semakin meningkat di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. “Mahasiswa dan pelajar sering datang ke bazar. Mereka lebih nyaman pakai QRIS daripada harus mencari ATM dulu,” ujar Indah. 

Menurutnya, QRIS juga sangat membantu bagi usaha yang menjual barang dengan harga terjangkau. “Dengan QRIS, transaksi sekecil Rp1.000 atau Rp2.000 pun bisa dilakukan. Ini sangat memudahkan, apalagi bagi mereka yang belanjanya sedikit-sedikit,” jelasnya. 

Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, banyak pelaku UMKM berharap dapat terus mengembangkan bisnisnya dengan lebih efisien. “Sekarang semua serba digital, kita harus ikut menyesuaikan. Dengan QRIS, saya bisa menjual lebih banyak tanpa harus ribet dengan uang kembalian,” kata Indah. 

Dalam bazar tersebut, tidak hanya Indah yang merasakan manfaat pembayaran digital. Banyak pelaku UMKM lain juga memanfaatkan QRIS untuk melayani pembeli dengan lebih cepat dan efisien. 

Budi Handayani, pemilik Bandeng Presto 27, juga mengungkapkan bahwa QRIS sangat membantu dalam melayani pembeli, terutama di tengah antrean panjang.

“Banyak pengunjung bazar yang bayar pakai QRIS karena lebih mudah dan cepat. Apalagi yang datang bukan hanya warga sekitar, tapi juga banyak PNS yang membeli bandeng presto untuk menu buka puasa atau oleh-oleh Lebaran,” ujar perempaun yang akrab dipanggil Bunda Yani itu. 

Menurut Bunda Yani, pembayaran dengan QRIS mengurangi antrean panjang yang sering terjadi saat jam sibuk. “Biasanya kalau pakai uang tunai, butuh waktu buat menghitung dan memberi kembalian. Dengan QRIS, mereka tinggal scan, pembayaran langsung masuk, dan pelanggan lain bisa segera dilayani,” jelasnya. 

Dia juga menilai tren cashless semakin meningkat, terutama di kalangan pekerja kantoran dan generasi muda. “PNS yang datang ke sini banyak yang beli dalam jumlah besar. Mereka lebih memilih pakai QRIS karena lebih praktis, nggak perlu bawa uang tunai dalam jumlah banyak,” katanya. 

Koordinator Rumah BUMN Semarang, Endang Sulistiawati, menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. “Kami terus mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi pembayaran digital. Dengan QRIS, transaksi lebih cepat, aman, dan praktis,” jelas perempuan yang biasa dipanggil Tia itu. 

Tia menambahkan bahwa Rumah BUMN Semarang telah membina lebih dari 7.000 UMKM di berbagai sektor, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan. “Kami memberikan pelatihan tentang pemasaran digital, fotografi produk, hingga packaging agar UMKM bisa lebih kompetitif,” ungkapnya. 

Dalam bazar tersebut, tidak hanya Indah yang merasakan manfaat pembayaran digital. Banyak pelaku UMKM lain juga memanfaatkan QRIS untuk melayani pembeli dengan lebih cepat dan efisien. 

Selain mendukung transaksi digital, BRI juga membuka stan layanan yang menyediakan 20 paket sembako tebus murah bagi masyarakat. Langkah ini bertujuan membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama Ramadan. 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut