Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jaringan Prostitusi Internasional di Bali, PSK dari 129 Negara
Advertisement . Scroll to see content

Saya Tak Boleh Menangis: Jayadi Kenang Hari Paling Mencekam di Lombok 

Rabu, 23 April 2025 | 15:46 WIB
  • author Taufik Budi
Saya Tak Boleh Menangis: Jayadi Kenang Hari Paling Mencekam di Lombok 
Saya Tak Boleh Menangis: Jayadi Kenang Hari Paling Mencekam di Lombok (Antara)

Bangkit dari Puing, Menjadi Harapan

Tragedi gempa justru menjadi titik balik bagi Jayadi. “Bencana Lombok menyadarkan saya bahwa hidup itu harus berguna untuk keluarga dan masyarakat,” katanya.

Ia terinspirasi oleh banyaknya bantuan dari masyarakat yang datang dalam bentuk air, makanan, hingga selimut. Rasa gotong royong itu membakar tekadnya untuk ikut berkontribusi bagi komunitas.

Jayadi lalu bergabung dalam Sekaa, organisasi berbasis adat yang aktif dalam kegiatan sosial dan budaya. Di sanalah ia belajar menekan ego demi kepentingan bersama.

Dari Tari ke Empati

Sejak kecil, Jayadi menyukai seni tari. Keterbatasan membuatnya tak bisa menekuni dunia seni secara formal. Kini ia mendorong anak-anaknya untuk mendalami seni Bali, terutama tari, sebagai warisan dan pelampiasan ekspresi.

“Saya ingin anak-anak saya tumbuh dengan apresiasi terhadap budaya. Seni bisa jadi penyembuh, sama seperti gotong royong,” ucapnya.

Editor: Enih Nurhaeni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut