Polres Semarang Kembangkan Benih Jagung Serasi 38, Produksi Capai 10 Ton per Hektare
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Polres Semarang terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan benih jagung unggulan lokal Serasi 38 yang mampu menghasilkan produksi hingga 10 ton per hektare.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal IV Tahun 2025 yang digelar pada Kamis (8/1/2026) di lahan hutan sosial BKPH Jembolo Selatan, KPH Semarang, tepatnya di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Luas lahan panen mencapai 3 hektare.
Panen raya ini dihadiri langsung Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, didampingi Wakapolda dan Pejabat Utama Polda Jateng, bersama jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah. Hadir pula Bupati Semarang H Ngesti Nugraha beserta Forkopimda Kabupaten Semarang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya jagung nasional yang dilaksanakan serentak oleh jajaran Polda se-Indonesia dan dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo secara virtual dari Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Selain memanen jagung, Kapolda Jawa Tengah juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada kelompok tani setempat sebagai bentuk dukungan Polri terhadap petani yang selama ini berkolaborasi dalam menyukseskan program ketahanan pangan.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy mengungkapkan, hingga Kuartal IV Tahun 2025, total hasil panen jagung dari lahan binaan Polres Semarang mencapai 45,94 ton dan seluruhnya telah disalurkan ke Bulog.
“Ke depan, kami menargetkan peningkatan baik dari sisi luasan lahan maupun hasil panen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengembangkan benih jagung lokal Serasi 38,” jelas AKBP Ratna.
Menurutnya, benih Serasi 38 telah diuji coba di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang dengan hasil yang cukup menjanjikan. Rata-rata produktivitasnya mencapai 10 ton per hektare, lebih tinggi dibanding varietas jagung yang sebelumnya digunakan petani.
Ia menambahkan, saat ini total luas lahan jagung di Kabupaten Semarang mencapai sekitar 690 hektare, termasuk pemanfaatan lahan baku sawah pada masa peralihan musim kemarau serta lahan hutan sosial yang dikerjasamakan dengan Perhutani.
Salah seorang anggota kelompok tani setempat, Heni (37), mengaku merasakan langsung manfaat dari pendampingan Polri. Ia menyebut penggunaan bibit unggulan dan pendampingan intensif berdampak pada peningkatan hasil panen sekaligus nilai jual jagung.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa keterlibatan Polri di sektor pertanian merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung program strategis pemerintah.
“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai penggerak dan pendamping masyarakat. Melalui program ketahanan pangan ini, kami berupaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, Perhutani, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan di Jawa Tengah.
“Harapannya, program ini terus berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi yang humanis dan solutif,” pungkasnya.
Editor : Enih Nurhaeni