get app
inews
Aa Text
Read Next : Ada Potongan Tiket KA hingga 50 Persen, Siapa Saja yang Berhak?

Wisata Benteng Willem I Siap Gelar Sendratari Kolosal, Angkat Sejarah Perang Ambarawa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:56 WIB
header img
Wisata Benteng Willem I Siap Gelar Sendratari Kolosal, Angkat Sejarah Perang Ambarawa. Foto: Taufik Budi

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Kawasan wisata heritage Benteng Willem I Ambarawa kembali mencuri perhatian publik. Situs bersejarah peninggalan kolonial Belanda ini siap menggelar sendratari kolosal bertajuk “Babad Fort Willem I”, sebuah pertunjukan seni budaya yang menghidupkan kembali kisah peperangan, perlawanan, dan jejak sejarah Ambarawa melalui bahasa tari, musik, dan narasi dramatik.

Sendratari ini akan dipentaskan pada 17 Januari 2026, melibatkan sekitar 100 hingga 150 pelaku seni, mulai dari penari, pengrawit, orkestra, hingga kru artistik. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi sejarah yang dikemas atraktif bagi wisatawan.

Ketua Sendratari Kemrincing Art, Ino Sanjaya, mengatakan pementasan ini menjadi ruang belajar dan pengalaman bagi generasi muda sanggar seni. Sekitar 30–35 penari dari jenjang SD hingga SMA telah diseleksi untuk tampil.

“Ini wadah bagi adik-adik sanggar agar punya pengalaman tampil di hadapan masyarakat umum. Kami mengangkat kisah peperangan di Ambarawa, momen yang sangat membekas bagi masyarakat setempat,” ujar Ino.

Ia mengakui proses kreatif sendratari kolosal ini tidak mudah, mengingat setiap karakter memiliki tingkat kualitas gerak yang berbeda. Namun, seluruh materi tetap berpijak pada gerak dasar tari tradisi Jawa sebagai bentuk pelestarian budaya.

Dari sisi penyusunan naskah dan penggarapan artistik, sutradara JP. Awig Soedjatmika menjelaskan bahwa pertunjukan ini disusun berbasis riset sejarah yang kuat.

“Kami melakukan riset bersama tim Heritage Corner dan cagar budaya. Babak pertama ini mengangkat awal pembangunan Benteng Willem I, peran kolonial Belanda, hingga puncaknya Perang Ambarawa. Tidak semua detail bisa ditampilkan, tetapi titik-titik sejarah penting tetap kami hadirkan,” jelasnya.

Sendratari ini dirancang sebagai pertunjukan berkelanjutan dengan format sekuel, sehingga setiap pementasan menjadi potongan kisah yang membuat penonton penasaran untuk kembali menyaksikan lanjutan ceritanya.

Sementara itu, Heny Trisanti, Sales Marketing Wisata Benteng Willem I Ambarawa, mengatakan, kawasan wisata yang belum genap 2 bulan beroperasi itu telah menarik perhatian banyak wisatawan. Apalagi, saat ini tengah disiapkan sendratari kolosal yang menjadi strategi penting dalam memperkuat daya tarik wisata.

“Antusiasme pengunjung luar biasa. Saat libur tahun baru, kunjungan naik 200-300 persen bisa mencapai 10.000-an orang per hari. Sendratari ini menjadi cara kami memperkenalkan sejarah benteng secara visual agar mudah dipahami semua kalangan,” ungkapnya.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparta Kabupaten Semarang, Hendrastuti Ikasari, menegaskan bahwa event budaya memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kunjungan wisata.

“PR kami bukan hanya menaikkan jumlah wisatawan, tetapi juga meningkatkan lama tinggal dan belanja wisatawan. Event seperti ini diharapkan mendorong wisatawan menginap dan berbelanja di Kabupaten Semarang,” ucapnya.

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut