Dua Kasus Beruntun, Bayi Dibuang di Sungai Gegerkan Warga Kabupaten Semarang
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Kasus dugaan pembuangan bayi kembali mengguncang warga Kabupaten Semarang. Dalam dua hari berturut-turut, dua bayi perempuan ditemukan meninggal dunia di aliran sungai di lokasi berbeda.
Peristiwa pertama terjadi di Dusun Jetis, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Senin (16/3/2026). Sejumlah anak yang tengah bermain di sekitar sungai menemukan bungkusan mencurigakan di bawah jembatan.
Bungkusan tersebut ternyata berisi kaleng bekas roti yang di dalamnya terdapat orok bayi perempuan yang sudah meninggal dunia.
Lokasi penemuan berada di wilayah Desa Leyangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan permukiman padat di jalur penyangga Kota Semarang.
Kapolsek Polsek Ungaran Barat, Sugiyarta, menjelaskan penemuan itu terjadi sekitar pukul 10.13 WIB.
Anak-anak yang penasaran kemudian membuka bungkusan tersebut dan menemukan kaleng berisi bayi.
Temuan itu langsung dilaporkan kepada warga sekitar, di antaranya Restu Handayani dan Moh Roni.
Setelah dipastikan bayi dalam kondisi meninggal, laporan diteruskan ke pihak kepolisian.
Petugas bersama Tim Inafis dari Polres Semarang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi berjenis kelamin perempuan dengan usia kandungan sekitar 7 hingga 8 bulan.
Beratnya diperkirakan sekitar dua kilogram dan diduga meninggal dunia karena lahir prematur.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk pemeriksaan lanjutan.
Belum hilang keterkejutan warga, sehari berselang kasus serupa kembali terjadi di wilayah Kecamatan Bancak, Selasa (17/3/2026).
Seorang lansia bernama Liman (61) menemukan jenazah bayi perempuan di aliran Sungai Senjoyo saat hendak mencari ikan.
Bayi tersebut terlihat tersangkut di antara kayu dan sampah yang terbawa arus sungai.
Petugas dari Polsek Bringin langsung melakukan penanganan di lokasi.
Kapolsek Sudaryono menyebut bayi diperkirakan berusia 9 bulan atau baru dilahirkan.
Ditemukan kondisi tali pusar terputus tanpa tindakan medis serta tidak adanya plasenta.
Selain itu, terdapat luka pada bagian dada bayi yang menambah dugaan adanya unsur kekerasan.
Bayi diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 1 hingga 3 hari sebelum ditemukan.
Kedua jenazah bayi telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses autopsi.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap pelaku di balik dua kasus tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dan segera melapor jika mengetahui informasi terkait.
Kasus beruntun ini menjadi sorotan serius, sekaligus menggambarkan masih adanya persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama.
Editor : Enih Nurhaeni