Cuaca Berpotensi Memburuk, Tim Undip Prioritaskan Anak dan Ibu Hamil di Aceh
Ia menambahkan, berdasarkan hasil diskusi dengan petugas kesehatan setempat, masih terdapat kebutuhan mendesak terhadap obat-obatan tertentu.
“Dari hasil diskusi dengan petugas kesehatan setempat bahwa obat-obatan, khususnya obat mata dan obat kulit topikal masih sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut, Tim D-DART UNDIP menghadapi tantangan berupa akses menuju lokasi yang memerlukan waktu tempuh sekitar tiga jam serta kondisi cuaca yang berpotensi memburuk. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat relawan untuk terus memberikan pendampingan dan bantuan kepada warga terdampak.
Hingga saat ini, kebutuhan dasar seperti air bersih dan listrik masih menjadi prioritas utama bagi warga di lokasi bencana. Tim UNDIP terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi secara bertahap.
Tim V D-DART UNDIP dijadwalkan bertugas pada 19–24 Januari 2026 di wilayah Aceh Tamiang serta area Universitas Syiah Kuala. Selama penugasan, tim akan bersinergi dengan relawan UNDIP lainnya yang telah lebih dahulu bertugas.
Sinergi tersebut difokuskan pada penyediaan air bersih serta layanan gizi bencana, khususnya bagi kelompok masyarakat berisiko tinggi seperti balita dan ibu hamil, guna memastikan perlindungan dan pemulihan penyintas dapat berjalan secara berkelanjutan.
Editor : Enih Nurhaeni