get app
inews
Aa Text
Read Next : KA Sembrani Tambahan dan Argo Bromo Anggrek Batal Berangkat, Ini Penjelasan KAI

Keluarga Modern Dihimpit Tekanan Mental, Beban Ekonomi dan Tantangan Pola Asuh

Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:13 WIB
header img
Keluarga Modern Dihimpit Tekanan Mental, Beban Ekonomi dan Tantangan Pola Asuh. Foto: Ist

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Tantangan keluarga di era modern kian kompleks, mulai dari konflik rumah tangga, tekanan ekonomi, hingga persoalan pengasuhan anak, yang berdampak langsung pada kesehatan mental perempuan dan anak sebagai kelompok paling rentan. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Semarang untuk memperkuat perlindungan keluarga melalui layanan kesehatan mental dan psikososial berbasis keluarga.

Upaya tersebut dilakukan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang dengan menguatkan peran Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Penguatan ini menjadi bagian dari strategi menghadapi meningkatnya persoalan psikososial yang dihadapi keluarga di tengah dinamika sosial dan ekonomi.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pelatihan Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKMP) bagi jejaring dan tenaga layanan PUSPAGA Kota Semarang yang digelar beberapa waktu lalu. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga layanan agar mampu memberikan dukungan psikologis awal bagi keluarga, khususnya perempuan dan anak.

Kepala DP3A Kota Semarang, Eko Krisnarto, menegaskan bahwa kesehatan mental kini tidak lagi dapat diposisikan sebagai isu pelengkap. Menurutnya, kesehatan mental merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang sehat dan berdaya.

“PUSPAGA sebagai garda terdepan layanan keluarga diharapkan mampu melakukan penguatan kesehatan mental bagi orang tua dan anak. Ini menjadi upaya bersama agar orang tua dapat memberikan pengasuhan yang layak melalui kondisi mental yang sehat,” ujar Eko Krisnarto.

Ia menjelaskan, berbagai tekanan yang dihadapi keluarga di era modern sering kali berkelindan dan saling memperkuat. Konflik rumah tangga, beban ekonomi, serta tantangan pengasuhan anak kerap menimbulkan dampak psikologis yang signifikan, terutama bagi perempuan dan anak.

Berdasarkan berbagai temuan nasional, lebih dari separuh masyarakat mengalami gangguan kecemasan, sementara satu dari tiga remaja Indonesia menghadapi masalah kesehatan mental. Namun, akses terhadap layanan kesehatan jiwa masih terbatas, sehingga banyak persoalan psikologis tidak tertangani secara memadai.

Kesenjangan tersebut mendorong PUSPAGA untuk memperluas peran sebagai gerbang awal dukungan kesehatan mental keluarga. Melalui pendekatan berbasis keluarga, PUSPAGA diharapkan mampu menjangkau persoalan psikologis sejak dini.

Dalam pelatihan DKMP, tenaga layanan PUSPAGA dibekali keterampilan Dukungan Psikologis Awal (DPA) dengan metode Look, Listen, Link. Metode ini menekankan kemampuan mengamati kondisi klien, mendengarkan secara empatik, serta menghubungkan dengan layanan lanjutan bila diperlukan.

Selain itu, pelatihan juga menekankan pentingnya psikoedukasi dan penguatan jejaring berbasis komunitas. Edukasi mengenai pola asuh, komunikasi sehat dalam keluarga, serta dukungan terhadap tumbuh kembang mental anak menjadi bagian penting dari upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa.

DP3A Kota Semarang menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, pendidik, hingga masyarakat di tingkat kelurahan.

“Kesehatan mental keluarga adalah investasi jangka panjang. Ketika perempuan dan anak terlindungi secara psikologis, maka keluarga akan lebih tangguh, dan pada akhirnya berdampak pada kualitas masyarakat secara keseluruhan,” pungkas Eko Krisnarto.

Dengan penguatan peran PUSPAGA melalui pelatihan DKMP, Kota Semarang menegaskan komitmennya dalam merespons tantangan keluarga di era modern, sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan mental perempuan dan anak.

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut