get app
inews
Aa Text
Read Next : Jok Motor Ternyata Bisa Selamatkan Nyawa, Kenali Jenis-jenisnya untuk Berkendara Aman

Sasaran Empuk Tabrak Belakang saat Hujan Deras di Bawah Jembatan, Ini Faktanya!

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:17 WIB
header img
Sasaran Empuk Tabrak Belakang saat Hujan Deras di Bawah Jembatan, Ini Faktanya! Foto: Ist

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Berhenti mendadak saat hujan deras demi mengenakan jas hujan justru bisa membuat pengendara sepeda motor menjadi sasaran empuk tabrak belakang. Risiko ini meningkat tajam ketika pengendara memilih menepi di lokasi yang tidak aman dan memakan badan jalan.

Fenomena penumpukan sepeda motor di bawah underpass atau jembatan masih kerap terjadi di kota-kota besar seperti Semarang dan Solo ketika hujan lebat turun. Dari sisi keselamatan dan etika berlalu lintas, kebiasaan tersebut dinilai sangat berbahaya.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, menjelaskan bahwa berhenti di bawah jembatan akan menciptakan penyempitan arus lalu lintas atau bottleneck. Kondisi ini berisiko tinggi, terutama saat hujan deras.

Dalam kondisi hujan, jarak pandang pengemudi lain—khususnya kendaraan besar seperti bus dan truk—menjadi sangat terbatas. Di saat yang sama, permukaan jalan yang licin membuat jarak pengereman kendaraan menjadi lebih panjang.

“Berhenti di area tersebut bukan hanya egois karena menghambat orang lain, tapi juga menempatkan diri kita sebagai sasaran empuk tabrak belakang,” ujar Oke.

Ia menegaskan bahwa etika berkendara saat cuaca buruk harus dilandasi empati. Setiap pengguna jalan berada dalam kondisi sulit, sehingga keputusan yang diambil harus mempertimbangkan keselamatan bersama.

Oke mengingatkan pengendara untuk selalu menyalakan lampu utama saat hujan. Lampu bukan hanya berfungsi untuk melihat, tetapi juga agar kendaraan mudah terlihat oleh pengguna jalan lain di tengah jarak pandang yang terbatas.

Sebaliknya, penggunaan lampu hazard saat motor sedang berjalan tidak dianjurkan karena dapat membingungkan pengendara di belakang. Hazard sebaiknya digunakan hanya saat kendaraan benar-benar berhenti dalam kondisi darurat.

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut