get app
inews
Aa Text
Read Next : Pengguna EV Melonjak, Basarnas Dalami Cara Evakuasi Korban Terjepit di Mobil Listrik

Tol Jogja–Bawen Dibuka saat Lebaran, 7.000 Kendaraan Pemudik Diprediksi Melintas

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:13 WIB
header img
Tol Jogja–Bawen Dibuka saat Lebaran, 7.000 Kendaraan Pemudik Diprediksi Melintas. Foto: Taufik Budi

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Sekitar 7.000 kendaraan pemudik per hari diprediksi akan melintas di ruas fungsional Jalan Tol Jogja–Bawen selama periode arus mudik Lebaran 2026.

Prediksi tersebut disampaikan Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, A.J. Dwi Winarsa, terkait rencana pengoperasian fungsional ruas Bawen–Ambarawa sepanjang sekitar 5 kilometer.

Menurutnya, estimasi tersebut mengacu pada volume kendaraan yang biasanya melintas di Gerbang Tol Bawen yang mencapai sekitar 18 ribu kendaraan per hari.

“Prediksi kami menggunakan jalur fungsional ini, maka sekitar 7.000 kendaraan yang menggunakan ruas Bawen sampai Ambarawa per hari,” ujar Dwi Winarsa.

Ia menjelaskan, pengoperasian jalur fungsional tersebut akan diberlakukan secara terbatas selama arus mudik Lebaran.

Ruas tol tersebut rencananya akan dibuka mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB, namun penerapannya bersifat situasional dan bergantung pada diskresi kepolisian.

Menurutnya, indikator utama pembukaan jalur tersebut adalah kondisi kepadatan lalu lintas di kawasan simpang Bawen.

“Tol fungsional ini akan dibuka apabila terjadi antrean atau kepadatan di intersection Bawen. Jika lalu lintas masih lancar, kemungkinan belum dimanfaatkan meskipun jalurnya sudah siap,” jelasnya.

Siapkan Derek dan Ambulans

Untuk memastikan keselamatan pemudik, pengelola tol juga menyiapkan layanan darurat di sepanjang jalur fungsional tersebut.

Satu unit kendaraan derek dan satu ambulans akan disiagakan di area posko utama guna mengantisipasi kendaraan bermasalah maupun kondisi darurat di jalan tol.

Ambulans tersebut juga telah bekerja sama dengan rumah sakit terdekat agar penanganan medis dapat dilakukan dengan cepat jika terjadi insiden.

“Kami menyediakan satu derek dan satu ambulans. Ambulans ini juga sudah bekerja sama dengan rumah sakit sehingga jika terjadi kejadian darurat dapat langsung ditangani dan dirujuk ke rumah sakit terdekat,” ujarnya.

Selain itu, pihak pengelola juga mendirikan tiga pos layanan di sepanjang jalur fungsional.

Pos pertama berada di akses Ambarawa yang saat ini masih dalam proses penyelesaian, sementara pos lainnya berada di jalur B serta di kawasan Bawen.

Belum Ada Rest Area

Karena panjang ruas fungsional hanya sekitar 5 kilometer, pengelola tol tidak menyediakan rest area di jalur tersebut.

Sebagai alternatif, pengendara yang mengalami kendala atau ingin beristirahat dapat menepi di jalur Bandung yang konstruksinya telah selesai.

Meski secara geometrik jalur tersebut dinilai aman, pengendara tetap diminta mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang.

Hal ini terutama di beberapa titik yang median bariernya belum permanen.

“Secara geometrik jalan ini relatif aman. Namun ada beberapa titik yang median bariernya belum permanen sehingga kami memasang rambu darurat dan batas kecepatan agar pengendara tetap berhati-hati,” kata Dwi Winarsa.

Progres Pembangunan Tol

Sementara itu, progres pembangunan salah satu seksi pada proyek tol tersebut saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.

Pihak pengelola menargetkan konstruksi selesai sepenuhnya pada Mei 2026, sementara operasional penuh direncanakan mulai Juli atau Agustus 2026.

Selain itu, pembangunan beberapa seksi lain juga terus berjalan, termasuk ruas dari Yogyakarta menuju Borobudur dan Magelang yang akan mulai konstruksi pada tahun ini.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut