Wisata Edukopi dan Birdwatching, Inovasi di Ngesrepbalong Ubah Pemburu Jadi Pelindung Alam
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Di lereng Gunung Ungaran tepatnya perbukitan Desa Ngesrepbalong, sebuah perubahan perlahan tumbuh dari tanah, kopi, dan kicau burung. Melalui program inovatif yang digagas PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, kawasan ini bertransformasi menjadi destinasi wisata edukatif berbasis lingkungan.
Program bertajuk KEMBANG DESA menghadirkan konsep unik melalui pengembangan Wisata Edukopi dan Birdwatching. Dua pendekatan ini tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga mengajak masyarakat memahami pentingnya pelestarian alam.
Wisata Edukopi menjadi pintu masuk bagi pengunjung untuk mengenal proses kopi lokal dari hulu hingga hilir. Mulai dari budidaya, pengolahan, hingga penyajian, seluruh proses dikemas dalam pengalaman edukatif yang melibatkan warga setempat.
Sementara itu, Birdwatching atau pengamatan burung menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Aktivitas ini sekaligus menjadi upaya konservasi terhadap burung endemik yang sebelumnya terancam akibat aktivitas perburuan.
Menariknya, program ini turut melibatkan masyarakat secara inklusif. Mantan buruh petik teh hingga mantan pemburu satwa kini beralih peran menjadi pelaku wisata dan penjaga lingkungan.
Transformasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi warga. Namun juga mengubah pola pikir masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Senior Manager UBP Semarang, F. Erwin Putranto, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial.
“Program ini tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Selain wisata, program ini juga memperkenalkan pengelolaan bank sampah serta inovasi biopori berbahan limbah PVC. Langkah ini menjadi solusi konkret dalam mengurangi dampak lingkungan.
Lebih dari sekadar destinasi wisata, Edukopi dan Birdwatching menjadi simbol perubahan. Dari desa yang bergantung pada aktivitas lama, kini bertransformasi menjadi pusat edukasi lingkungan.
Sinergi antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi yang terbangun menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara ekonomi dan lingkungan.
Keberhasilan inovasi ini turut menjadi salah satu faktor pendukung diraihnya penghargaan PROPER Hijau. Program ini dinilai mampu melampaui standar kepatuhan dengan menghadirkan dampak berkelanjutan.
Penganugerahan tersebut dilaksanakan pada Selasa (7/4/2026), bertempat di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kementerian, perwakilan pemerintah daerah, serta manajemen perusahaan penerima PROPER dari seluruh Indonesia.
Acara penganugerahan dibuka secara resmi oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong inovasi berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.
Penghargaan PROPER Hijau diberikan kepada perusahaan yang dinilai telah melampaui ketaatan terhadap regulasi lingkungan (beyond compliance), melalui penerapan sistem manajemen lingkungan yang unggul, efisiensi sumber daya, serta program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Editor : Enih Nurhaeni