get app
inews
Aa Text
Read Next : Kecelakaan Maut di Tol Semarang–Solo, 2 Orang Tewas Diduga Sopir Mengantuk

Polder Penampung Banjir Rob di Semarang Disulap Jadi PLTS Apung Berkapasitas 1,5 MWp

Rabu, 15 April 2026 | 16:50 WIB
header img
Polder Penampung Banjir Rob di Semarang Disulap Jadi PLTS Apung Berkapasitas 1,5 MWp. Foto: Ist

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Pemanfaatan energi bersih terus digenjot melalui berbagai inovasi, termasuk mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada. Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah memanfaatkan polder penampung air sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung di kawasan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang.

Inovasi ini tidak hanya menjaga fungsi utama polder sebagai pengendali banjir, tetapi juga menghadirkan sumber energi ramah lingkungan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi besar untuk menekan emisi karbon di sektor kelistrikan.

Pengembangan PLTS apung dimulai sejak Maret 2023 dengan kapasitas awal sebesar 561,60 kWp. Saat itu, panel surya dipasang di atas area seluas 3.697 meter persegi.

Energi yang dihasilkan dari tahap awal tersebut mampu mencapai ratusan ribu kWh per tahun. Produksi listrik ini berkontribusi langsung dalam mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil.

Seiring berjalannya waktu, kapasitas PLTS terus ditingkatkan. Saat ini, luas area panel surya telah berkembang menjadi 7.394 meter persegi dengan total kapasitas PLTS apung mencapai 1.146,6 kWp.

Selain itu, pemanfaatan panel surya juga dilakukan melalui sistem rooftop. Jika digabungkan, total kapasitas energi terbarukan yang dihasilkan kini mencapai 1.505,7 kWp.

Energi listrik yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal, tetapi juga dimanfaatkan untuk pengembangan energi masa depan, salah satunya produksi hidrogen hijau.

Hidrogen hijau tersebut digunakan sebagai bahan campuran dalam proses co-firing pada pembangkit listrik tenaga uap. Strategi ini dinilai mampu menekan emisi karbon dari penggunaan batu bara secara bertahap.

Senior Technician Enjiniring Listrik PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Erwin Widodo, menjelaskan bahwa pengembangan ini membutuhkan perencanaan matang agar tetap optimal tanpa mengganggu fungsi utama polder.

“Perluasan ini menjadi langkah penting, tidak hanya menambah kapasitas energi, tetapi juga memastikan sistem berjalan stabil dan efisien,” ujarnya.

Ia menambahkan, integrasi energi surya dengan produksi hidrogen hijau menjadi salah satu kunci dalam mendorong sistem energi yang lebih berkelanjutan.

“Energi yang dihasilkan saat ini tidak hanya untuk efisiensi internal, tetapi juga mendukung inovasi energi bersih yang lebih luas,” katanya.

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut