Bertahun-tahun Menumpang MCK, Ini Akar Masalah Warga Belum Bangun Jamban Sendiri
SRAGEN, iNewsJoglosemar.id – Selama bertahun-tahun, Kaswanto (43) harus menumpang mandi, mencuci, dan buang air di rumah orang tuanya. Bukan karena tidak ingin mandiri, tetapi keterbatasan ekonomi membuatnya belum mampu membangun jamban sendiri di rumahnya.
Kondisi itu menjadi persoalan sehari-hari yang cukup membebani. Selain merasa tidak nyaman, ia juga merasa merepotkan orang tua karena urusan sanitasi dasar masih bergantung pada keluarga.
Kini, harapan itu datang melalui program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen. Prajurit TNI hadir membangun jamban sehat di belakang rumah Kaswanto, membawa perubahan besar bagi kualitas hidup keluarganya.
Raut wajah Kaswanto tampak sumringah saat melihat proses pembangunan berjalan. Baginya, jamban sehat bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kemandirian yang selama ini ia impikan.
“Saya sangat bersyukur. Selama ini saya merasa merepotkan orang tua, karena urusan MCK saya masih menumpang. Dengan jamban sehat yang dibangun Bapak-bapak TNI ini, saya akan bisa lebih mandiri dan keluarga juga lebih sehat,” ungkap Kaswanto, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, persoalan utama warga desa yang belum memiliki jamban sendiri memang sering kali bukan karena tidak peduli kebersihan, melainkan keterbatasan biaya dan prioritas kebutuhan hidup lainnya.
Program jambanisasi menjadi salah satu sasaran fisik penting dalam TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen, selain pembangunan infrastruktur lainnya yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Adapun sasaran fisik TMMD kali ini meliputi pengecoran jalan sepanjang 1.100 meter, pembangunan talud sepanjang 150 meter, rehab RTLH sebanyak 10 unit, pembuatan 10 unit jamban sehat, serta pembangunan satu unit sarana air bersih berupa sumur bor.
Selain itu, terdapat pula sasaran nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, KB-Kesehatan, stunting, Posyandu, penyakit tidak menular, Bin Kamtibmas, bahaya narkoba, peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan hingga pembinaan mental rohani.
Pasiter Kodim 0725/Sragen Kapten Kav Anang Eko Saputro mengatakan, pembangunan jamban sehat bukan hanya soal memperbaiki sanitasi warga, tetapi juga membangun kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, jambanisasi menjadi langkah penting untuk menciptakan keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan memiliki lingkungan yang layak.
“Melihat warga seperti Saudara Kaswanto merasa terbantu adalah kebahagiaan terbesar kami. Kami pastikan seluruh target, baik fisik maupun nonfisik, akan selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik,” tegasnya.
Editor : Enih Nurhaeni