get app
inews
Aa Text
Read Next : Lokasi Live TikTok Pocong di Sragen, Alun-Alun hingga Terowongan Rel Kereta

3 Pelajar Nekat Jadi Pocong Keliling Kota Sragen, Berujung Diamankan Polisi

Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:39 WIB
header img
Demi Gift TikTok, Tiga Pelajar di Sragen Nekat Jadi Pocong Keliling Kota Berujug Diamankan Polisi. (Foto: Istimewa).

SRAGEN, iNewsJoglosemar.id - Aksi nekat tiga pelajar di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mendadak viral usai membuat konten live TikTok bertema pocong jadi-jadian pada Kamis dini hari (28/5/2026). Konten horor tersebut dilakukan demi mengejar viewers, likes hingga gift monetisasi di media sosial.

Ketiga pelajar itu akhirnya diamankan aparat Polres Sragen saat beraksi di kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder Sragen yang dikenal sepi dan gelap pada malam hari.

Dalam aksi live TikTok tersebut, salah satu pelaku mengenakan kostum menyerupai pocong, sementara dua rekannya bertugas merekam sekaligus melakukan siaran langsung selama berkeliling Kota Sragen menggunakan sepeda motor.

Konten tersebut dengan cepat menyedot perhatian pengguna TikTok. Ratusan warganet sempat menyaksikan siaran langsung yang memperlihatkan sosok pocong berjalan di sejumlah titik pusat kota.

Perjalanan mereka dimulai dari kawasan Stadion Taruna, kemudian menuju Alun-Alun Sasono Langen Putro hingga berakhir di area Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder.

Lokasi terowongan sengaja dipilih karena dianggap memiliki suasana menyeramkan sehingga dinilai mampu menarik perhatian penonton media sosial.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan fenomena konten ekstrem demi viralitas media sosial perlu menjadi perhatian bersama, terutama di kalangan remaja.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar menggunakan media sosial secara bijak dan kreatif tanpa membuat konten yang menimbulkan keresahan masyarakat maupun membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegas AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.

Menurut Kapolres, tindakan para pelajar tersebut memang bertujuan hiburan dan mencari perhatian publik di media sosial. Namun apabila dibiarkan, tren serupa dikhawatirkan memicu kepanikan warga hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Jangan sampai demi mengejar viewers, likes ataupun gift di media sosial, justru menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Ruang digital harus dimanfaatkan untuk hal positif, edukatif dan membangun,” lanjutnya.

Saat berada di kawasan terowongan rel kereta api, aksi mereka akhirnya dihentikan anggota Sat Intelkam Polres Sragen yang sedang melakukan patroli serta monitoring aktivitas media sosial.

Tiga pelajar yang diamankan masing-masing berinisial RA (17) sebagai pemeran pocong, RG (17) operator live TikTok, dan JS (17) yang ikut dalam rombongan.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan aksi tersebut murni dilakukan untuk membuat konten hiburan demi meningkatkan interaksi akun media sosial mereka.

Meski tidak ditemukan unsur tindak pidana lain, polisi menilai fenomena tersebut tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk modus tindak kriminal maupun menimbulkan keresahan warga.

Dia menegaskan pihaknya akan terus melakukan patroli siber dan edukasi kepada pelajar terkait etika penggunaan media sosial.

“Kami mengedepankan pembinaan terhadap anak-anak ini dengan melibatkan orang tua dan sekolah. Harapan kami, kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran bersama bahwa kebebasan bermedia sosial tetap memiliki batas dan tanggung jawab,” pungkas AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut