get app
inews
Aa Text
Read Next : 3 Pelajar Nekat Jadi Pocong Keliling Kota Sragen, Berujung Diamankan Polisi

Lokasi Live TikTok Pocong di Sragen, Alun-Alun hingga Terowongan Rel Kereta

Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:40 WIB
header img
Lokasi Live TikTok Pocong di Sragen, Alun-Alun hingga Terowongan Rel Kereta. Foto: ist

SRAGEN, iNewsJoglosemar.id - Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan media sosial di kalangan remaja setelah viral aksi live TikTok bertema “pocong jadi-jadian” yang dilakukan tiga pelajar di Kabupaten Sragen.

Fenomena tersebut menjadi perhatian aparat kepolisian karena dinilai dapat memicu keresahan masyarakat apabila konten ekstrem demi viralitas terus dibiarkan berkembang.

Peristiwa itu bermula pada Rabu malam (27/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB saat sejumlah pelajar berkumpul di sebuah rumah di kawasan Perumahan Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang, Sragen.

Mereka kemudian menyiapkan kostum menyerupai pocong untuk dijadikan bahan siaran langsung di TikTok. Sekitar pukul 22.30 WIB, aksi live dimulai dengan berkeliling Kota Sragen menggunakan sepeda motor.

Dalam konten tersebut, salah satu pelajar tampil sebagai pocong, sementara rekannya merekam sekaligus melakukan siaran langsung di TikTok.

Mereka mendatangi sejumlah titik keramaian dan lokasi minim penerangan, mulai dari Stadion Taruna, Alun-Alun Sasono Langen Putro hingga kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder.

Lokasi terowongan sengaja dipilih karena dianggap memiliki nuansa mencekam yang diyakini mampu menarik perhatian pengguna media sosial.

Live TikTok itu kemudian viral dan memancing beragam komentar dari warganet. Sebagian merasa terhibur, namun tak sedikit warga mengaku resah dengan aksi tersebut.

Polisi akhirnya mengamankan ketiga pelajar saat berada di kawasan terowongan rel kereta api. Mereka masing-masing berinisial RA (17), RG (17), dan JS (17).

Menurut hasil pendalaman sementara, tidak ditemukan motif tindak pidana lain selain pembuatan konten hiburan untuk meningkatkan popularitas akun media sosial.

Meski demikian, Kapolres Sragen menilai aksi semacam itu berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila ditiru oleh remaja lainnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar menggunakan media sosial secara bijak dan kreatif tanpa membuat konten yang menimbulkan keresahan masyarakat maupun membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujar AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.

Kapolres juga menyoroti fenomena remaja yang rela melakukan aksi berlebihan demi mengejar viewers, likes maupun gift dari media sosial.

“Jangan sampai demi mengejar viewers, likes ataupun gift di media sosial, justru menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Ruang digital harus dimanfaatkan untuk hal positif, edukatif dan membangun,” lanjutnya.

Selain itu, pihak kepolisian menilai pengawasan dari keluarga dan sekolah menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku remaja di era digital.

“Peran orang tua, keluarga, lingkungan masyarakat hingga pihak sekolah sangat penting dalam memberikan pengawasan, bimbingan dan pembinaan kepada anak-anak. Jangan sampai mereka terpengaruh membuat konten-konten yang berlebihan hanya demi viral di media sosial,” kata Kapolres.

Polres Sragen memastikan pendekatan pembinaan tetap menjadi langkah utama dalam menangani kasus tersebut dengan melibatkan orang tua dan pihak sekolah.

“Kami mengedepankan pembinaan terhadap anak-anak ini dengan melibatkan orang tua dan sekolah. Harapan kami, kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran bersama bahwa kebebasan bermedia sosial tetap memiliki batas dan tanggung jawab,” pungkas AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut