get app
inews
Aa Text
Read Next : Ojol Dapat Bonus Hari Raya 2026, Cair 4 Maret hingga Rp1,6 Juta

Bos Gojek Buka Suara soal Komisi Ojol 8 Persen, Begini Dampaknya bagi Bisnis GoTo

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:38 WIB
header img
Bos Gojek Buka Suara soal Komisi Ojol 8 Persen, Begini Dampaknya bagi Bisnis GoTo. Foto: Ist

 

 

JAKARTA, iNewsJoglosemar.id – Aturan baru pemerintah yang memangkas komisi aplikasi ojek online (ojol) menjadi maksimal 8 persen mulai berlaku sejak 1 Juli 2026. Menanggapi kebijakan tersebut, Presiden Direktur Grup GoTo, Hans Patuwo, memastikan kondisi bisnis perusahaan masih tetap stabil meski regulasi baru mulai diterapkan.

Hans mengatakan, dampak penuh dari kebijakan tersebut memang belum tercermin pada laporan keuangan semester pertama 2026 karena aturan baru berjalan efektif pada awal Juli. Namun, setelah satu bulan implementasi, operasional perusahaan masih berjalan sesuai rencana.

"Struktur komisi baru mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026. Dampaknya akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil," ujar Hans Patuwo.

Meski demikian, ia mengakui kebijakan baru tersebut akan memberikan konsekuensi terhadap bisnis layanan transportasi daring (On-Demand Services). Karena itu, GoTo terus melakukan penyesuaian agar tetap mampu menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan kualitas layanan bagi pelanggan dan mitra pengemudi.

"Kami tetap mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun pada 2026. Penurunan kontribusi dari bisnis On-Demand Services akan diimbangi oleh pertumbuhan yang lebih kuat dari lini fintech," katanya.

Cetak Laba Dua Kuartal Berturut-turut

Di tengah perubahan regulasi tersebut, GoTo justru membukukan kinerja keuangan yang semakin solid.

Pada kuartal II 2026, Grup GoTo mencatat laba bersih sebesar Rp252 miliar. Capaian itu melanjutkan laba Rp171 miliar yang diraih pada kuartal I 2026, sehingga menjadi dua kuartal berturut-turut perusahaan mencetak keuntungan.

Selain laba bersih, Gross Transaction Value (GTV) inti meningkat 83 persen secara tahunan menjadi Rp164 triliun. Pendapatan bersih juga tumbuh 31 persen menjadi Rp5,7 triliun, sedangkan EBITDA Grup yang disesuaikan untuk pertama kalinya menembus Rp1 triliun.

Hans menyebut pencapaian tersebut menunjukkan transformasi bisnis GoTo berjalan sesuai arah.

"Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan strategi kami berjalan dengan baik dan memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan jangka panjang," ujarnya.

Mesin Pertumbuhan Baru

Di balik kinerja positif tersebut, bisnis teknologi finansial (fintech) menjadi motor utama pertumbuhan GoTo.

Segmen fintech mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp481 miliar atau melonjak 447 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersihnya juga meningkat 53 persen hingga melampaui Rp2 triliun.

Jumlah pengguna aktif bulanan yang bertransaksi (Monthly Transacting Users/MTU) mencapai 28,8 juta atau naik 29 persen secara tahunan. Sementara total transaksi melonjak 91 persen menjadi 2,4 miliar transaksi.

Kinerja tersebut membuat bisnis fintech kini menjadi penyumbang profitabilitas terbesar GoTo, melampaui bisnis layanan transportasi daring untuk pertama kalinya.

Perkuat Kesejahteraan Mitra Driver

Di tengah penyesuaian terhadap aturan komisi baru, GoTo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.

Perusahaan melanjutkan berbagai program dukungan, mulai dari kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, pemberian beasiswa, hingga program umrah gratis melalui Program Apresiasi Mitra.

Menurut Hans, pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi, pelaku UMKM, dan seluruh ekosistem GoTo.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut