Try and Error
Teknologi ini tidak diperoleh dalam waktu singkat. Ika mengaku harus melakukan berbagai uji coba dan konsultasi dengan pelaku UMKM lain yang telah lebih dulu menerapkan sistem pengemasan makanan kaleng.
“Saya belajar dari beberapa UMKM yang sudah lebih dulu memproduksi makanan dengan sistem vakum dan pemanasan. Dari situ, saya bekerja sama dengan pihak ketiga yang khusus menangani pengemasan makanan dengan metode ini,” jelasnya.
Pengiriman pertama tahu bakso Kingkaf ke luar negeri dilakukan ke Amerika Serikat. “Waktu itu ada pelanggan dari Semarang yang keluarganya tinggal di Amerika, mereka ingin mencoba tahu bakso kita. Saya bilang ke mereka untuk memberi feedback kalau ada masalah,” kata Ika.
Hasilnya sangat memuaskan. “Begitu sampai di sana, mereka bilang tidak ada perubahan rasa atau bentuk. Ini membuat saya semakin percaya diri untuk memperluas ekspor,” tambahnya.
Setelah sukses di Amerika Serikat, Ika mulai mencoba pasar Eropa dan Jepang. “Kami selalu melakukan evaluasi setiap kali mengirim produk. Sampai sekarang tidak ada kendala berarti. Bahkan, permintaan terus meningkat,” ungkapnya.
Selain tahu bakso, Kingkaf juga memproduksi pisang sale dan teh rempah yang juga laris di luar negeri. “Kita memang fokus pada produk makanan dan minuman otentik Indonesia. Makanya, produk kita diterima dengan baik di luar negeri, terutama oleh diaspora Indonesia yang merindukan cita rasa khas tanah air,” tutup Ika.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait