SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Tantangan keluarga di era modern kian kompleks, mulai dari konflik rumah tangga, tekanan ekonomi, hingga persoalan pengasuhan anak, yang berdampak langsung pada kesehatan mental perempuan dan anak sebagai kelompok paling rentan. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Semarang untuk memperkuat perlindungan keluarga melalui layanan kesehatan mental dan psikososial berbasis keluarga.
Upaya tersebut dilakukan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang dengan menguatkan peran Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Penguatan ini menjadi bagian dari strategi menghadapi meningkatnya persoalan psikososial yang dihadapi keluarga di tengah dinamika sosial dan ekonomi.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pelatihan Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKMP) bagi jejaring dan tenaga layanan PUSPAGA Kota Semarang yang digelar beberapa waktu lalu. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga layanan agar mampu memberikan dukungan psikologis awal bagi keluarga, khususnya perempuan dan anak.
Kepala DP3A Kota Semarang, Eko Krisnarto, menegaskan bahwa kesehatan mental kini tidak lagi dapat diposisikan sebagai isu pelengkap. Menurutnya, kesehatan mental merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang sehat dan berdaya.
“PUSPAGA sebagai garda terdepan layanan keluarga diharapkan mampu melakukan penguatan kesehatan mental bagi orang tua dan anak. Ini menjadi upaya bersama agar orang tua dapat memberikan pengasuhan yang layak melalui kondisi mental yang sehat,” ujar Eko Krisnarto.
Ia menjelaskan, berbagai tekanan yang dihadapi keluarga di era modern sering kali berkelindan dan saling memperkuat. Konflik rumah tangga, beban ekonomi, serta tantangan pengasuhan anak kerap menimbulkan dampak psikologis yang signifikan, terutama bagi perempuan dan anak.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
