Ubi Yakon Khas Dieng Kaya Vitamin C dan Bantu Kontrol Gula Darah, Dibidik Kemenkum Jateng

Taufik Budi
Ubi Yakon Khas Dieng Kaya Vitamin C dan Bantu Kontrol Gula Darah. (Foto: Istimewa).

WONOSOBO, iNewsJoglosemar.idUbi Yakon yang dibudidayakan di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, mulai mendapat perhatian sebagai komoditas unggulan daerah karena kandungan gizinya yang tinggi serta manfaatnya bagi kesehatan. Umbi khas pegunungan ini diketahui kaya vitamin C, antioksidan, dan berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah.

Potensi tersebut diidentifikasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah (Kanwil Kemenkum Jateng) melalui Tim Bidang Kekayaan Intelektual saat melakukan pemetaan Produk Indikasi Geografis (PIG) di kawasan Dieng, Rabu (28/1/2026).

Tim Kemenkum Jateng terjun langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengumpulkan data terkait produk khas daerah yang memiliki keterkaitan kuat antara kualitas, reputasi, dan karakteristik dengan kondisi geografis wilayah asalnya.

Dari hasil identifikasi, Ubi Yakon menjadi salah satu produk potensial yang dinilai layak dikembangkan sebagai Indikasi Geografis. Tanaman ini tumbuh optimal di kawasan Dieng yang memiliki tanah vulkanik subur, iklim sejuk dataran tinggi, serta teknik budidaya tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Ubi Yakon Wonosobo dikenal memiliki rasa manis alami yang segar, tekstur renyah, dan tidak berserat. Cita rasanya kerap digambarkan sebagai perpaduan antara buah pir, bengkuang, dan apel, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Ubi dengan nama latin Smallanthus sonchifolius ini juga populer sebagai pangan rendah kalori yang cocok untuk pola hidup sehat. Kandungan fruktooligosakarida (FOS) di dalamnya disinyalir mampu membantu menjaga kadar gula darah, meningkatkan kesehatan pencernaan, serta memperkuat daya tahan tubuh.

Selain kaya vitamin C, ubi yakon juga mengandung antioksidan yang berperan dalam menangkal radikal bebas, sehingga semakin diminati sebagai bahan pangan fungsional.

Hasil identifikasi ini menjadi bagian dari upaya pemetaan Kekayaan Intelektual Komunal di Jawa Tengah, khususnya dalam pengembangan Produk Indikasi Geografis yang berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Kepala Kanwil Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susilla Wardoyo, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendorong perlindungan hukum terhadap produk khas daerah.

“Indikasi geografis merupakan aset daerah yang bernilai strategis, sekaligus sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan potensi lokal,” jelasnya.

Melalui penguatan status Indikasi Geografis, Ubi Yakon Dieng diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat identitas pertanian Wonosobo di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network