SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Gaya hidup serbadigital membuat generasi muda semakin mudah berbelanja hanya dengan sentuhan jari. Kebiasaan jajan menggunakan dompet digital yang kian marak dinilai perlu diimbangi dengan literasi keuangan agar pelajar mampu mengelola uang secara bijak sejak dini.
Menjawab tantangan tersebut, PT FWD Insurance Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menghadirkan program JA SparktheDream untuk keempat kalinya pada 2026.
Program ini menargetkan lebih dari 2.300 siswa sekolah menengah pertama di berbagai kota, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cimahi, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, hingga Denpasar. Kegiatan akan berlangsung hingga November 2026.
JA SparktheDream mengusung pendekatan ekosistem pembelajaran yang melibatkan keluarga, sekolah, dan pelaku jasa keuangan. Edukasi diberikan melalui empat sesi pembelajaran interaktif yang memadukan kelas tatap muka, platform daring, serta aktivitas praktik di rumah bersama orang tua.
Siswa didorong untuk mencatat pengeluaran, berdiskusi dengan keluarga, serta membiasakan diri mengambil keputusan finansial sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, mengatakan anak-anak saat ini semakin cepat terpapar berbagai pilihan keuangan digital beserta risikonya.
“Literasi keuangan yang dipraktikkan sejak dini di rumah dan sekolah akan menjadi fondasi penting bagi generasi muda untuk mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan,” ujarnya.
Sejak 2023, program ini telah menjangkau hampir 6.000 siswa di berbagai daerah.
Urgensi literasi keuangan juga tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa masih berada di angka 56,42 persen.
Di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital, seperti dompet elektronik dan paylater, rendahnya pemahaman finansial berpotensi mendorong perilaku konsumtif.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
