SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Mengantisipasi kecelakaan maupun kondisi darurat selama arus mudik dan balik Idulfiitri 2026, Basarnas Semarang menyiagakan tim SAR selama 24 jam penuh di kawasan Gerbang Tol Kalikangkung.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan apel pembukaan Posko Siaga SAR Khusus Idulfitri 2026/1447 H yang digelar pada Kamis (12/3/2026). Posko ini disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan darurat selama masa mudik Lebaran.
Kepala Basarnas Semarang, Budiono mengatakan siaga SAR khusus merupakan program rutin yang diselenggarakan secara nasional setiap musim mudik Lebaran.
Program ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama perayaan Idulfiitri.
Siaga SAR khusus tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh unit pelaksana teknis Basarnas di Indonesia dan secara nasional dibuka oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Mohammad Syafii.
Budiono menjelaskan, posko SAR di GT Kalikangkung dilengkapi satu tim khusus yang bersiaga sepanjang waktu untuk mempercepat respons apabila terjadi insiden kecelakaan di jalur mudik.
“Posko Siaga SAR Khusus Idulfitri ini kami dirikan di area Gerbang Tol Kalikangkung beserta satu tim SAR yang bersiaga 24 jam sehingga akan mempercepat respon time apabila terjadi kasus atau insiden kecelakaan yang membutuhkan penanganan khusus seperti korban kecelakaan yang terjepit bodi mobil,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan tim SAR tersebut sangat penting karena jalur tol Kalikangkung menjadi salah satu pintu utama arus kendaraan dari arah barat menuju wilayah Jawa Tengah.
Selain di Kalikangkung, Basarnas Semarang juga mengaktifkan sejumlah posko lain di wilayah kerja mereka. Beberapa di antaranya berada di Pos SAR maupun Unit Siaga SAR di wilayah Jepara, Wonosobo, Magelang, Pemalang, serta Rembang.
Selain itu, Basarnas juga menyiagakan kapal evakuasi KN SAR Sadewa 231 untuk mendukung operasi penyelamatan di wilayah perairan.
Selama masa siaga, tim SAR tidak hanya berjaga di posko, tetapi juga melakukan patroli jalan raya serta pemantauan di sejumlah titik keramaian, seperti pelabuhan, terminal, stasiun, hingga bandara.
Patroli juga dilakukan ke sejumlah objek wisata yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan, seperti kawasan pantai maupun waduk. Posko Siaga SAR Khusus Idul Fitri ini akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Posko Mudik Lebaran
Perjalanan jauh saat mudik Lebaran juga dinilai berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan. Karena itu, pemudik diimbau untuk memperhatikan kondisi tubuh serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di sepanjang jalur mudik, termasuk di Posko Mudik Rest Area Tol Ungaran KM 429A di wilayah Kabupaten Semarang.
Seorang pemudik, Dian Ade, mengaku bersyukur dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Posko Mudik Rest Area Tol Ungaran KM 429A saat beristirahat dalam perjalanan menuju kampung halaman.
Menurutnya, layanan tersebut sangat membantu pemudik yang menempuh perjalanan jauh.
“Selain bisa beristirahat, saya juga bisa mengetahui kondisi kesehatan selama perjalanan sebelum sampai di kampung dan berkumpul dengan keluarga,” ujarnya.
Di posko tersebut, pemudik dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan sederhana seperti pengecekan gula darah dan kolesterol.
Layanan kesehatan di rest area tersebut merupakan bagian dari program Posko Mudik yang digelar oleh BPJS Kesehatan di sejumlah titik jalur mudik nasional.
Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari mengatakan posko tersebut disiapkan untuk membantu pemudik menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan.
“Posko mudik ini ada delapan titik yang berada di simpul perjalanan dengan lalu lintas pemudik yang tinggi. Harapannya dapat memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik,” ujarnya.
Delapan titik Posko Mudik BPJS Kesehatan tersebut berada di Pelabuhan Merak Banten, Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur, Rest Area Tol Cipularang KM 88A Purwakarta, Rest Area Tol Cipali KM 166A Majalengka, Rest Area Tol Ungaran KM 429A Semarang, Rest Area Tol Masaran KM 519A Sragen, Terminal Purabaya Sidoarjo, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
Menurut Vetty, peserta BPJS Kesehatan yang sedang mudik tetap dapat mengakses layanan kesehatan meskipun berada di luar wilayah domisili.
“Walaupun tidak berada di wilayah domisili, peserta tetap bisa mengakses layanan FKTP hingga tiga kali selama masa mudik. Jika terjadi kondisi darurat, masyarakat juga bisa langsung menuju rumah sakit terdekat tanpa harus kembali ke daerah asal,” jelasnya.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
