SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Nasya Rizky terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa zakat dari 26.000 pendaftar. Mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) asal Klaten ini justru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Nasya merupakan salah satu penerima program Beasiswa Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Dalam prosesnya, ia tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik, tetapi juga menjalankan program sosial sebagai bentuk kontribusi nyata.
“Saya membuat program sosial sebagai salah satu syarat beasiswa. Waktu itu saya mengajar selama tiga hari,” ujar Nasya, Rabu (22/4/2026).
Ia memilih tema pengelolaan sampah, isu yang dinilai masih menjadi persoalan di lingkungan sekitar. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara mengelola sampah dengan baik.
Sebagai mahasiswa jurusan Biologi, Nasya merasa memiliki tanggung jawab untuk berbagi ilmu yang dimilikinya. Ia menyusun materi sederhana, mulai dari pemilahan hingga pengolahan sampah rumah tangga agar mudah dipahami warga.
“Karena masih banyak yang belum paham, saya ambil topik itu supaya bisa langsung dirasakan manfaatnya,” katanya.
Program tersebut menunjukkan bahwa zakat yang disalurkan tidak hanya berhenti pada bantuan pendidikan, tetapi juga mendorong lahirnya aksi sosial di tengah masyarakat.
Bagi Nasya, beasiswa yang ia terima bukan hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memberi ruang untuk berkontribusi lebih luas.
Ia berharap semakin banyak mahasiswa yang memanfaatkan kesempatan serupa untuk membawa perubahan di lingkungan sekitar.
“Semoga bisa terus bermanfaat dan menginspirasi teman-teman lain,” tuturnya.
Direktur Utama BMH, Supendi, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penghimpunan dana, tetapi juga dampak yang dihasilkan dari program.
“Zakat adalah amanah yang harus dikelola secara profesional dan transparan agar memberi manfaat nyata,” ujarnya.
Ia menyebut, potensi zakat nasional sangat besar, mencapai sekitar Rp327 triliun. Namun, realisasi penghimpunan saat ini masih jauh dari angka tersebut.
“Artinya peluang untuk mengoptimalkan zakat masih sangat luas,” jelasnya.
BMH sendiri menyalurkan zakat melalui berbagai program, mulai dari pendidikan, dakwah, sosial kemanusiaan hingga pemberdayaan ekonomi umat, dengan jangkauan yang terus diperluas.
Untuk mendukung kemudahan akses, BMH juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor teknologi keuangan.
Presiden Direktur Nusacita, Taufik Kurniawan, mengatakan kolaborasi ini bertujuan menghadirkan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat secara digital.
“Kami ingin masyarakat bisa berzakat dengan mudah, aman, dan terjangkau di mana saja,” ujarnya.
Melalui jaringan yang terhubung dengan berbagai bank dan kanal digital, masyarakat kini dapat menyalurkan zakat melalui ATM, mobile banking, hingga platform digital lainnya.
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi zakat yang selama ini belum tergarap maksimal.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
