Selain merekam dinamika di dalam kampus, salah satu aktivis era '80-an, Heru Sahararita, menceritakan bahwa buku ini juga merekam keterlibatan langsung mahasiswa Universitas Janabadra (UJB) dalam mengadvokasi masyarakat luas. Beberapa di antaranya adalah keterlibatan dalam kasus Kedung Ombo, kasus di Cilacap, hingga pendampingan warga di kampung-kampung di wilayah Yogyakarta.
Sementara itu, Eko Prastowo, aktivis '98 yang kini dikenal sebagai advokat dan pakar kecerdasan buatan (AI), menjelaskan bahwa buku ini sengaja ditulis dengan gaya naratif historis agar pembaca tidak perlu mengernyitkan dahi saat membaca.
Buku ini berusaha memotret realitas hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekitar tempat mereka tinggal, situasi di jalanan saat aksi, bahkan menyertakan cerita-cerita lucu yang dialami para pejuang kampus tersebut.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
