Medan Perbukitan Jadi Tantangan, Satgas TMMD Purworejo Genjot Distribusi Material

Taufik Budi
Medan Perbukitan Jadi Tantangan, Satgas TMMD Purworejo Genjot Distribusi Material. Foto: ist

 

PURWOREJO, iNewsJoglosemar.id – Truk-truk pengangkut material silih berganti memasuki Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Kamis (16/7/2026). Di tengah medan perbukitan yang terjal dan jalan yang tidak mudah dilalui kendaraan besar, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-129 Tahun 2026 Kodim 0708/Purworejo bersama warga bahu-membahu membongkar material pembangunan agar pekerjaan jalan rabat beton tidak terhambat.

Setiap sak semen, pasir, batu, hingga material pendukung lainnya segera dipindahkan menuju titik pekerjaan. Distribusi material menjadi salah satu tahapan paling krusial karena kelancaran pengecoran jalan sangat bergantung pada ketersediaan bahan bangunan di lapangan.

Pembangunan jalan rabat beton merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam Program TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708/Purworejo. Jalan tersebut nantinya diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat Desa Watuduwur, sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.

Komandan Satgas TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, mengatakan pengawasan distribusi material terus dilakukan agar seluruh kebutuhan pembangunan di lokasi sasaran selalu tersedia.

Menurutnya, kondisi geografis Desa Watuduwur yang berada di kawasan perbukitan memang menjadi tantangan tersendiri. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat personel Satgas TMMD maupun masyarakat untuk terus bekerja menyelesaikan pembangunan.

"Kami memastikan distribusi material ke lokasi sasaran berjalan dengan lancar. Meskipun medan menuju lokasi cukup sulit, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Satgas TMMD bersama masyarakat untuk terus bekerja demi tercapainya target pembangunan," ujar Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja.

Ia menjelaskan, kelancaran distribusi material menjadi faktor penting agar proses pengecoran jalan tidak mengalami keterlambatan. Karena itu, koordinasi antara Satgas TMMD, penyedia material, dan masyarakat terus dilakukan setiap hari.

Menurut Dansatgas, pembangunan jalan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Akses jalan yang lebih baik akan mempermudah warga membawa hasil pertanian, mempercepat mobilitas menuju fasilitas pendidikan maupun kesehatan, serta memangkas waktu tempuh yang selama ini menjadi kendala akibat kondisi jalan yang kurang memadai.

"Melalui Program TMMD ini kami berharap pembangunan jalan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, mempermudah mobilitas warga, serta membuka akses yang lebih baik untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari," katanya.

Selain mengandalkan personel TNI, keberhasilan pembangunan juga ditopang semangat gotong royong masyarakat Desa Watuduwur. Warga turut membantu proses pembongkaran material, pengangkutan ke lokasi pekerjaan, hingga pelaksanaan pengecoran jalan.

Kolaborasi tersebut menjadi cerminan kemanunggalan TNI dan rakyat yang selama ini menjadi ruh pelaksanaan Program TMMD.

Dengan pasokan material yang terus terjaga dan semangat gotong royong yang tetap kuat, Satgas TMMD optimistis seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan sesuai jadwal. Kehadiran jalan rabat beton baru diharapkan menjadi infrastruktur yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network