Miris! Hari Pertama Masuk Sekolah, Murid SD di Grobogan Pindah Kelas ke Ruang Ibadah

Manik Priyo Prabowo
Miris! Hari Pertama Masuk Sekolah, Murid SD di Grobogan Pindah Kelas ke Ruang Ibadah. (Foto: iNews.id/Manik Priyo).

GROBOGAN, iNewsJoglosemar.id – Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang menjadi pengalaman berbeda bagi siswa SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Senin (13/7/2026). Mereka terpaksa belajar di ruang ibadah setelah dua ruang kelas roboh, sementara tiga bangunan lainnya dinilai membahayakan dan terancam ambruk.

Sejak pagi, para siswa bersama guru bergotong royong memindahkan meja, kursi, hingga papan peraga ke ruang belajar darurat. Kondisi tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski fasilitas sekolah mengalami kerusakan cukup parah.

"Senang bisa sekolah. Masih bisa sekolah meski apa adanya, tadi angkat meja dan kursi sama pak dan ibu guru," ujar Adi, salah seorang siswa.

Menurut para siswa, mereka dilarang beraktivitas di sekitar bangunan kelas IV, V, VI, ruang guru, dan ruang kepala sekolah karena kondisinya sudah rusak dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Kepala SD Negeri Tanggirejo, Juwariah, mengatakan kerusakan bangunan terjadi secara bertahap. Awalnya atap ruang kelas VI roboh, kemudian disusul ruang kelas V dan ruang guru. Kini, ruang kelas IV juga mengalami kerusakan berat dan berpotensi ambruk.

"Benar, awal Januari 2026 satu ruang kelas roboh. Selanjutnya ruang kelas V dan ruang guru, sekarang kondisi ruang kelas IV juga sudah membahayakan," katanya.

Akibat kerusakan tersebut, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran darurat agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Kelas I dan II menggunakan ruang kelas secara bergantian. Sementara itu, siswa kelas III dan IV belajar dalam satu ruangan yang dipisahkan menggunakan sekat. Siswa kelas V dipindahkan ke ruang ibadah, sedangkan kelas VI menggunakan ruang kelas II yang telah dikosongkan.

Tidak hanya ruang kelas, ruang guru juga terpaksa dipindahkan ke perpustakaan sekolah. Namun kondisi perpustakaan pun sebenarnya sudah mengalami kerusakan, mulai dari plafon yang rusak hingga lantai yang retak dan mulai miring.

"Untuk sementara ruang guru menggunakan perpustakaan meski kondisinya juga sudah retak, plafonnya rusak dan lantainya mulai miring," ujar Juwariah.

Pihak sekolah mengaku telah melaporkan kerusakan bangunan kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan maupun Kementerian Pendidikan. Saat ini sekolah masih menunggu tindak lanjut terkait rencana rehabilitasi gedung.

"Kami sudah melaporkan ke pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Informasinya akan segera dilakukan perbaikan, tetapi sampai sekarang kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut," katanya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Purnyomo, belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network