Sepekan Usai Etik Suryani OTT KPK, Gubernur Jateng Ajak Lari 2.000 Peserta di Hari Jadi Sukoharjo

Taufik Budi
Sepekan Pasca OTT KPK, Ahmad Luthfi Ajak Lari 2.000 Peserta di Hari Jadi Sukoharjo. (Foto: Istimewa).

SUKOHARJO, iNewsJoglosemar.id – Tepat sepekan setelah Bupati Sukoharjo Etik Suryani terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo melalui ajang Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Minggu (19/7/2026).

Kehadiran Luthfi mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo sekaligus menjadi penanda bahwa agenda pemerintahan dan kegiatan masyarakat tetap berjalan.

Sebelumnya, KPK menetapkan Etik Suryani sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemerasan terhadap pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Menyusul penetapan tersangka tersebut, Ahmad Luthfi menunjuk Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo sebagai Plt Bupati Sukoharjo agar pelayanan publik dan roda pemerintahan tetap berlangsung.

Dalam ajang yang menjadi penutup rangkaian Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo itu, Ahmad Luthfi dan Sekretaris Daerah Jateng Sumarno ikut berlari bersama sekitar 2.000 peserta yang memadati kawasan Sentra Niaga The Park Mall Solobaru.

Peserta datang dari berbagai daerah dan mendorong okupansi hotel serta omzet UMKM sekitar Solobaru.

Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Jawa Tengah yang ikut meramaikan kegiatan tersebut bersama masyarakat.

“Ini adalah rangkaian dari peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo. Terima kasih tadi Gubernur Ahmad Luthfi ikut membersamai masyarakat Kabupaten Sukoharjo dan sekitarnya yang ikut meramaikan dan menjadi peserta,” kata Eko.

Ia menambahkan, ajang lari tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Mudah-mudahan UMKM-nya laris. Terbukti okupansi penginapan pada weekend ini meningkat, sehingga menggerakkan ekonomi Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.

Event Sukoharjo Spektakuler Run 2026 diikuti 500 pelari kategori 10K dan 1.500 pelari kategori 5K. Para peserta melintasi sejumlah lanskap Kabupaten Sukoharjo dengan garis start dan finis di kawasan Solobaru.

Ahmad Luthfi mengatakan olahraga kini tidak lagi sekadar gaya hidup, melainkan telah menjadi kebutuhan masyarakat.

“Kita bergerak dari satu tempat ke tempat lain dan menjadi bagian dari sport tourism,” katanya saat memberikan semangat kepada para pelari di garis start.

Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini tidak hanya menyehatkan badan, tetapi juga mampu menggerakkan pelaku usaha kecil dan menengah di daerah.

“Ini bentuk pola hidup sehat di Provinsi Jawa Tengah dan seluruh daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Race Director Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Dina Kharisma Hari Wibowo, mengungkapkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kuota 2.000 peserta langsung terpenuhi dan panitia bahkan harus menolak sebagian pendaftar demi menjaga kenyamanan lomba.

“Target kami 2.000 peserta dan alhamdulillah target kami sudah terpenuhi. Kita banyak menolak peserta,” katanya.

Dina menyebut peserta datang dari Solo, Yogyakarta, Semarang hingga Jawa Timur. Kehadiran pelari dari luar daerah berdampak langsung terhadap okupansi hotel dan peningkatan omzet kuliner serta UMKM di sekitar lokasi acara.

“Banyak warga dari luar Sukoharjo, ada yang menginap di hotel-hotel sekitar venue dan ada juga kuliner-kuliner yang dalam dua hari ini mengalami pelonjakkan ekonomi,” pungkasnya.

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network