SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Kepolisian Resor Semarang menyiapkan 787 personel untuk mengamankan Pilkades serentak di Kabupaten Semarang. Sebanyak 140 desa di 19 kecamatan akan menggelar pemilihan kepala desa pada 14 Desember 2026.
Hal itu disampaikan Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo usai rapat koordinasi persiapan Pilkades di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (7/10/2026).
"Kita baru saja melaksanakan kegiatan rakor dalam rangka pengamanan Pilkades secara serentak di Kabupaten Semarang. Rencana kegiatan Pilkades di Kabupaten Semarang terdiri dari 140 desa yang akan melaksanakan Pilkades di 19 kecamatan," ujar Heru.
Selain 787 personel, Polres Semarang akan menambah kekuatan dari Polres tetangga melalui Bantuan Kendali Operasi (BKO), plus satu Satuan Setingkat Peleton (SST) Brimob.
"Kita akan menambahkan bantuan atau BKO personel dari Polres tetangga beserta satu SST Brimob. Jadi kita akan bentuk rayonisasi," kata Heru.
Rayonisasi dilakukan karena kondisi geografis Kabupaten Semarang yang luas. Setiap rayon akan mengendalikan 4 hingga 5 kecamatan.
"Mengingat kondisi geografis kita sangat jauh, memerlukan jarak waktu kurang lebih hampir 1 jam dari Ungaran sampai ke salah satu TPS tersebut. Sehingga perlu kita bentuk rayonisasi untuk mempermudah apabila terjadi kontijensi yang sifatnya memerlukan kehadiran dari polisi," jelasnya.
Terkait penambahan personel di wilayah terpencil, Heru menyatakan pihaknya masih menunggu perkembangan situasi. Saat ini tahapan Pilkades masuk masa pendaftaran bakal calon yang dijadwalkan selesai 15 Oktober.
"Setelah itu nanti akan kita evaluasi untuk menentukan mana TPS yang kita anggap rawan dan mana yang sangat rawan," ujarnya.
Bentuk kerawanan yang diantisipasi, kata Heru, antara lain kompetisi secara pribadi antar calon dan isu-isu lokal di daerah tersebut.
"Apabila tidak kita mitigasi dengan baik akan menimbulkan masalah yang menimbulkan situasi kontijensi," tambahnya.
Heru juga menyinggung soal botoh atau pemain judi dari luar daerah. Menurutnya, pengamanan Pilkades melibatkan beberapa satgas.
"Ada satgas humas, kemudian juga ada satgas preemtif, ada preventif yang dari Sabhara, kemudian yang preemtif dari Binmas, kemudian dari Intel untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak mengikuti atau melaksanakan atau memanfaatkan Pilkades itu sebagai arena perjudian. Karena akan mengganggu proses pelaksanaan dari Pilkades tersebut," paparnya.
Selain itu, Polres Semarang membentuk satgas penegakan hukum untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya terkait tindak pidana.
Heru mengimbau seluruh warga masyarakat Kabupaten Semarang mendukung terwujudnya Pilkades yang damai, aman, lancar, dan kondusif.
"Kami intinya mohon dukungan dari seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama kita mewujudkan Pilkades Kabupaten Semarang yang damai, aman, lancar, kondusif sesuai dengan yang diharapkan," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Pilkades merupakan sarana demokrasi masyarakat di tingkat paling bawah, yakni di tataran desa.
"Jadi, beri kesempatan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin di desanya sesuai dengan yang diharapkan dan mampu untuk membawa kemajuan desanya masing-masing untuk ke depannya," ucap Heru.
Menurut Heru, kepolisian telah melakukan pendampingan sejak awal tahapan Pilkades, mulai dari penyusunan surat edaran bupati.
"Kita terus mengawal pentahapan Pilkades ini sampai dengan selesai nanti pada saat pelantikan," tegasnya.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
