SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Polres Semarang mengerahkan hampir 500 personel untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Pilkades Kabupaten Semarang. Pilkades serentak dijadwalkan berlangsung pada 14 Desember 2026 di 140 desa. Personel tersebut telah dilatih dan disiapkan dalam menghadapi situasi kontigensi.
Hal itu disampaikan Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo usai Upacara Gelar Pasukan Operasi Aman Desa-2026, sekaligus simulasi penanggulangan kerusuhan massa Pilkades 2026, Rabu (14/10/2026), di Halaman Stadion Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Upacara dimulai pukul 08.00 WIB.
"Adapun jumlah personel yang kita kerahkan kurang lebih hampir 500 personel yang sudah kita latihkan dan kita siapkan," ujarnya.
Terkait penggunaan minuman keras, AKBP Heru menyebut pihaknya telah melakukan razia selama kurang lebih seminggu terakhir. Razia akan terus dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat Polsek hingga Polres.
"Kita sudah melakukan upaya melaksanakan kegiatan razia yang sudah kita lakukan selama kurang lebih seminggu kemarin. Dan ini akan terus kita lakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Polsek maupun tingkat Polres," jelasnya.
Menurutnya, miras merupakan salah satu penyebab terjadinya gangguan kamtibmas di masyarakat. Karena itu, cipta kondisi terus dilakukan.
"Kita sudah lakukan terus terkait masalah razia miras untuk masing-masing Polsek termasuk di Polres," katanya.
Saat ditanya berapa banyak miras yang diamankan selama sepekan, AKBP Heru menyebut sudah ada beberapa botol minuman keras yang diamankan. "Ada beberapa botol minuman keras sudah kita laksanakan dan sudah maksimal untuk hasilnya," ujarnya.
AKBP Heru menambahkan, dalam tahapan Pilkades, pihaknya selalu melakukan pendampingan. Mulai dari tahap awal penyusunan surat edaran bupati hingga tahap pendaftaran yang akan selesai pada 15 Oktober.
"Kegiatan patroli rutin kita terus laksanakan baik itu patroli di pemukiman, patroli jalan raya, patroli tol, kemudian juga kita laksanakan kegiatan razia atau cipta kondisi," katanya.
Razia dan cipta kondisi itu, lanjutnya, juga untuk mengantisipasi bahaya tawuran yang akhir-akhir ini banyak terjadi di wilayah lain.
"Semoga dengan kegiatan yang kita laksanakan Kabupaten Semarang selalu dalam keadaan aman dan kondusif," pungkasnya.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
