SEMARANG, iNewsJoglosemar.com - Petahana Kepala Desa Nyatnyono, Parsunto, memilih mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia mengaku mengikuti nasihat orang tua dan para sesepuh sebelum mengambil keputusan untuk kembali maju.
“Saya memilih hari terakhir ini karena mengikuti nasihat orang tua dan para sesepuh. Saya juga meminta doa restu kepada para sesepuh, orang tua, dan istri,” kata Parsunto.
Ia mengatakan, berkas persyaratan pencalonan telah disiapkan. Namun, kelengkapan dokumen tersebut tetap akan diperiksa oleh panitia Pilkades Nyatnyono.
“Kalau menurut saya, berkas persyaratan sudah lengkap. Nanti panitia yang akan memeriksa dan memastikan apakah semuanya sudah sesuai ketentuan,” ujarnya.
Sebagai petahana, Parsunto harus melengkapi sejumlah persyaratan tambahan, di antaranya surat keterangan dari camat terkait masa jabatan, penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat, serta Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) selama delapan tahun.
Parsunto mengatakan, keputusannya kembali maju tidak terlepas dari perjalanan pembangunan desa selama delapan tahun kepemimpinannya. Ia menilai fondasi pembangunan telah diletakkan, tetapi masih ada pekerjaan yang ingin diteruskan.
“Selama delapan tahun ini, fondasi pembangunan sudah kami letakkan. Masih ada pekerjaan yang ingin saya lanjutkan dan tuntaskan,” ujarnya.
Menurut Parsunto, pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendala dalam menjalankan program pembangunan. Pandemi yang berlangsung sejak 2020 hingga awal 2023 membuat pelaksanaan sejumlah rencana tidak berjalan seperti yang diharapkan.
“Pada 2020 sampai awal 2023, kami menghadapi pandemi Covid-19. Kondisi itu menjadi kendala dalam menjalankan pembangunan yang sudah direncanakan,” katanya.
Ia juga menyinggung pengurangan anggaran desa pada 2026 yang turut memengaruhi pelaksanaan program. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Anggaran desa pada 2026 juga mengalami pengurangan, sementara ada program yang harus kami kembangkan, termasuk BUMDes. Ini menjadi tantangan dalam melanjutkan pembangunan,” ujarnya.
Meski menghadapi kendala tersebut, Parsunto mengaku masih memiliki komitmen untuk melanjutkan pekerjaan yang belum selesai. Ia berharap program yang telah dirintis dapat diteruskan dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Nyatnyono.
“Saya masih punya komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas. Apa yang sudah dirintis selama ini ingin saya lanjutkan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Parsunto juga menyoroti pengembangan potensi wisata religi di Nyatnyono. Ia menyebut upaya pengembangan mulai dilakukan setelah penataan pada 2023 dan berharap potensi tersebut terus berkembang.
“Wisata religi ini menjadi salah satu potensi desa yang perlu terus dikembangkan. Setelah penataan pada 2023, saya ingin upaya tersebut bisa berlanjut dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Nyatnyono, Dr Nur Rois, mengatakan pendaftaran bakal calon berlangsung pada 5–15 Oktober 2026. Dari delapan orang yang mengambil formulir, tiga orang telah mengembalikan berkas hingga hari terakhir pendaftaran.
Panitia selanjutnya akan memeriksa kelengkapan administrasi dan melakukan verifikasi faktual. Nur Rois mengatakan panitia telah sepakat melakukan verifikasi faktual ke sekolah atau lembaga yang menerbitkan ijazah bakal calon untuk memastikan keabsahan dokumen pendidikan.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
