Rahasia Tahu Bakso Kingkaf yang Laris di Eropa dan Amerika

SEMARANG, iNEWSJOGLOSEMAR.ID – Terinspirasi dari kuliner Nusantara, Ika Yuanita, pelaku UMKM asal Semarang, berhasil membawa tahu bakso Kingkaf menembus pasar ekspor. Dengan keunikan bahan baku, proses pembuatan, dan inovasi pengemasan, produknya mampu bersaing di kancah global.
Salah satu faktor utama yang membuat tahu bakso Kingkaf diminati pasar luar negeri adalah bahan baku yang digunakan. Berbeda dengan tahu bakso konvensional yang umumnya menggunakan daging campuran, Kingkaf hanya menggunakan daging ayam faleet bagian dada tanpa kulit dan tanpa tulang.
“Kalau tahu bakso kita, bahan bakunya spesial. Kita hanya pakai daging ayam faleet murni, tanpa tambahan tepung terigu, hanya sedikit tapioka, jadi bisa dikonsumsi oleh mereka yang alergi gluten,” ungkap Ika Yuanita, di kediamannya kawasan Gombel Kota Semarang, Rabu (19/3/2025).
Dengan komposisi tersebut, tahu bakso Kingkaf menjadi pilihan yang lebih sehat bagi konsumen, terutama di luar negeri yang lebih selektif terhadap makanan olahan. Tidak hanya itu, Kingkaf juga tidak menggunakan pengawet atau perasa buatan dalam produknya.
“Kita jaga betul kualitasnya. Tidak ada tambahan bahan kimia, sehingga tetap aman dikonsumsi dalam jangka panjang,” tambahnya.
Selain bahan baku yang berkualitas, metode pengolahan tahu bakso Kingkaf juga berbeda. Jika umumnya tahu bakso memiliki isian campuran tahu dan bakso, produk Kingkaf hanya menggunakan kulit tahu sebagai pembungkus bakso ayam.
“Jadi, tahu bakso kita ini unik. Bagian dalamnya benar-benar bakso ayam murni, sedangkan tahunya hanya digunakan sebagai pembungkus. Ini yang membuat tekstur dan rasanya lebih khas,” jelas Ika.
Keunikan lain dari tahu bakso Kingkaf adalah daya tahannya yang bisa mencapai delapan bulan di suhu ruang, tanpa harus disimpan di kulkas atau freezer. Hal ini dimungkinkan berkat sistem pengemasan termal yang diterapkan.
“Kami menggunakan teknologi vakum dan pemanasan khusus yang memungkinkan produk bertahan lama tanpa bahan pengawet. Ini yang membuatnya cocok untuk pasar ekspor,” ujarnya.
Editor : Enih Nurhaeni