get app
inews
Aa Text
Read Next : 123 Ton Bawang Bombay Ilegal Diamankan, Polisi Periksa Sopir Truk

Hadapi Cuaca Ekstrem, Undip Rilis Alat Pengering Gabah Inovatif

Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:05 WIB
header img
Hadapi Cuaca Ekstrem, Undip Rilis Alat Pengering Gabah Inovatif. Foto: Ist

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Universitas Diponegoro (Undip) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi riset dengan menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan alat pengering gabah berbasis udara berkelembapan rendah dengan pemanas hybrid surya-biomassa.

Teknologi ini dirancang untuk mempercepat proses pengeringan sekaligus menjaga kualitas gabah kering giling, terutama saat musim panen yang kerap terkendala cuaca. Selain itu, sistem hybrid yang digunakan membuat konsumsi energi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Inovasi pengering gabah tersebut dikembangkan oleh Prof. Dr. Moh Djeni, S.T., M.Eng. bersama Dr. Laeli Kurniasari, S.T., M.T., Prof. Ir. Andri Cahyo Kumoro, S.T., M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., serta Anang Yudi Riswanto, S.T., M.M. dari PT Mutiara Global Industry sebagai mitra dunia usaha dan industri.

Salah satu keunggulan utama alat ini adalah desainnya yang portable, dilengkapi sasis beroda dan penarik. Dengan konsep tersebut, alat pengering mudah dipindahkan ke berbagai lokasi lahan pertanian, khususnya di daerah yang belum memiliki akses listrik atau fasilitas pengering permanen.

Sumber panas alat berasal dari pembakaran biomassa yang dipadukan dengan energi surya. Aliran udara panas diatur secara terkontrol, sehingga proses pengeringan berjalan stabil dengan biaya operasional yang relatif rendah.

Keistimewaan lain terletak pada penggunaan kolom zeolit yang berfungsi menurunkan kelembapan udara sebelum masuk ke sistem pemanas. Udara kering yang dihasilkan menjadi lebih efektif dalam menyerap kadar air gabah, sehingga pengeringan berlangsung lebih cepat, merata, dan konsisten.

Selain versi portable, tim peneliti Undip juga mengembangkan unit bed dryer berkapasitas besar hingga 2.000 kilogram per batch. Unit ini dilengkapi sistem dehumidifikasi menggunakan silika gel atau zeolit, sehingga cocok diterapkan di tingkat kelompok tani maupun sentra produksi padi.

Untuk meningkatkan efisiensi kerja, alat pengering ini dibekali mekanisme hidrolik yang memudahkan proses pengeluaran gabah kering. Fitur tersebut membuat proses bongkar muat menjadi lebih cepat, aman, dan hemat tenaga kerja.

Pengembangan teknologi ini mendapat dukungan hibah Program RIKUB (Riset Konsorsium Unggulan Berdampak) 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.

Ke depan, kehadiran alat pengering gabah hybrid ini diharapkan mampu menjadi solusi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam menghadapi anomali cuaca yang sering merugikan petani saat panen. Dengan kadar air gabah yang lebih stabil, susut hasil pascapanen dapat ditekan dan nilai jual gabah di tingkat petani meningkat.

Inovasi ini sekaligus menegaskan komitmen Undip dalam mendorong hilirisasi riset, penguatan ekonomi masyarakat, serta pembangunan sistem pertanian modern yang mandiri, efisien, dan berdaya saing.

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut