Dapur MBG Kuwaron Disegel Polisi, Ratusan Siswa Gubug Diduga Keracunan
GROBOGAN, iNewsJoglosemar.id – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, disegel aparat Polres Grobogan, Sabtu (10/1/2026). Penyegelan dilakukan menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa usai menyantap MBG.
Pantauan di lokasi, garis polisi membentang di pintu depan dan belakang dapur MBG. Meski terdapat dua dapur yang berdampingan, hanya satu dapur yang terlihat dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Pemasangan garis polisi dilakukan untuk mensterilkan area dari warga maupun jurnalis yang memadati lokasi sejak kabar dugaan keracunan mencuat.
“Ada polisi dari pagi. Garis dipasang dan kabarnya diduga ada yang keracunan makan bergizi gratis,” ujar Yanto, warga sekitar yang menyaksikan pemeriksaan dari luar area dapur.
Dugaan keracunan massal tersebut menghebohkan Kecamatan Gubug setelah ratusan siswa dilaporkan sakit dan tidak masuk sekolah. Peristiwa ini dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan pada Sabtu (10/1/2026), menyusul lonjakan izin tidak masuk sekolah secara bersamaan.
Dugaan sementara, gangguan kesehatan dialami para siswa berkaitan dengan konsumsi MBG yang dibagikan sehari sebelumnya di wilayah Gubug.
Situasi pelayanan kesehatan pun tampak padat. Di RSUD Getas Pendowo Gubug, pasien dengan keluhan serupa memadati fasilitas kesehatan. Karena ruang IGD dan rawat inap penuh, sebagian pasien terpaksa dilayani dari dalam mobil di halaman rumah sakit.
Salah satu laporan datang dari Pondok Pesantren Assalafi Miftahul Huda Jeketro. Pembantu pondok, Muhammad Irfan, mengungkapkan sebanyak 15 santri dan santriwati mengalami gejala serupa usai menyantap MBG.
“Ada 15 santri sakit dengan gejala mual, muntah, dan lemas setelah makan nasi kuning dengan telur dadar gulung iris dan beberapa menu lain,” jelas Irfan.
Pihak pondok kemudian membawa para santri ke Puskesmas Gubug II, sebelum dirujuk ke RSUD Getas Pendowo. Namun karena keterbatasan kapasitas, lima santri lainnya terpaksa dirujuk ke RSUD dr R Soedjati Purwodadi.
“Sebagian dirawat di RSUD terdekat, sebagian kami kirim ke RSUD pusat karena penuh. Semua keluhannya sama. Untuk rawat inap masih menunggu hasil pemeriksaan dokter,” lanjutnya.
Sementara itu, Camat Gubug Bambang Supriyadi menyebut pihak kecamatan menerima laporan resmi dari puskesmas terkait lonjakan ketidakhadiran siswa dan guru.
Editor : Enih Nurhaeni