Balada Emak-Emak Driver Ojol Bertemu Kecelakaan, Mau Menolong tapi Takut Salah
Bagi Niken, pelatihan ini perlahan mengubah posisinya dari sekadar penonton menjadi orang yang lebih berani mengambil peran, meski rasa takut masih ada.
“Karena saya sendiri jujur juga takut juga. Cuma kita kalau nurutin takut, ya enggak bisa nolong orang lain kan. Kita berani-beraniin aja lah gimana caranya,” ujarnya.
Untuk menjawab kondisi tersebut, Gojek, layanan on-demand dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO), berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi Mitra Driver Gojek di Semarang. Pelatihan ini bertujuan mengedukasi dan membekali driver dengan kemampuan dasar penanganan kondisi darurat di jalan raya.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, Nur Dian Rakhmawati, menekankan bahwa dalam banyak kasus kecelakaan, masyarakat di sekitar lokasi menjadi pihak pertama yang berada di tempat kejadian.
“Dalam banyak kasus, masyarakat sekitar adalah pihak pertama yang berada di lokasi sebelum tenaga medis datang. Menit-menit awal sangat menentukan keselamatan korban. Karena itu, tindakan awal yang benar menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelatihan Bantuan Hidup Dasar dapat dipelajari oleh masyarakat umum, termasuk driver ojol. “Pelatihan ini bukan untuk menjadikan mitra driver sebagai tenaga medis, tetapi agar mereka memahami langkah dasar yang aman dan tidak memperburuk kondisi korban sambil menunggu bantuan profesional,” lanjutnya.
Area Head Gojek Semarang, Nur Andriansyah, menyebut mitra driver Gojek memiliki posisi strategis karena mobilitas mereka yang tinggi dan interaksi langsung dengan masyarakat di jalan.
“Ribuan Mitra Driver Gojek beraktivitas di jalan setiap hari dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain jumlahnya banyak dan sering berada lebih dulu di lokasi kejadian, mitra-mitra kami memiliki jiwa sosial yang tinggi,” katanya.
Melalui pelatihan ini, Gojek berharap para driver tidak lagi hanya menjadi penonton saat terjadi kecelakaan. “Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat membekali mereka agar lebih siap, lebih tenang, dan tahu apa yang boleh serta tidak boleh dilakukan dalam situasi darurat,” ujar Nur Andriansyah.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan memastikan materi pelatihan sesuai standar kesehatan. “Ini adalah bentuk dukungan Gojek terhadap upaya mendorong keamanan lalu lintas dan di jalan raya Kota Semarang. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama,” katanya.
Editor : Enih Nurhaeni