get app
inews
Aa Text
Read Next : Ratusan Jamaah Salat Id di Alun-Alun Kebumen, Aparat TNI Pastikan Ibadah Khusyuk

Kuas Prajurit TNI Bawa Warna Baru Rumah Mbah Ngadinem di Desa Puro

Senin, 04 Mei 2026 | 07:29 WIB
header img
Kuas Prajurit TNI Bawa Warna Baru Rumah Mbah Ngadinem di Desa Puro. Foto: ist

 

SRAGEN, iNewsJoglosemar.id – Warna baru perlahan mulai menghiasi dinding rumah milik Mbah Ngadinem di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang. Rumah yang sebelumnya tampak kusam dan sederhana itu kini mulai terlihat lebih cerah, seolah membawa harapan baru bagi penghuninya.

Program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen telah memasuki tahap pengecatan, Senin (4/5/2026). Tahap ini menjadi penanda bahwa proses panjang pembangunan rumah Mbah Ngadinem hampir mencapai garis akhir.

Di lokasi, para prajurit TNI bersama warga tampak sibuk merapikan setiap sudut rumah. Kuas-kuas bergerak perlahan, melapisi dinding demi dinding dengan teliti dan penuh kehati-hatian.

Bukan sekadar mengecat tembok, pekerjaan itu terasa seperti sedang melukis harapan baru bagi seorang perempuan sepuh yang selama ini tinggal di rumah yang jauh dari kata layak.

Setiap sapuan cat membuat rumah itu berubah wajah. Dinding yang dulunya pudar kini tampak lebih hidup, menghadirkan suasana yang lebih nyaman, bersih, dan menenangkan.

Bagi Mbah Ngadinem, proses pengecatan ini bukan hanya tahapan akhir pembangunan. Ini adalah tanda nyata bahwa rumah impian yang selama ini hanya tersimpan dalam doa kini benar-benar hampir terwujud.

Rumah yang dulunya hanya menjadi tempat berteduh sederhana, kini perlahan menjelma menjadi hunian yang layak dan memberi rasa aman.

Kehadiran Satgas TMMD menjadi jawaban atas harapan panjang yang mungkin tak pernah berani ia bayangkan sebelumnya.

Serka Eko Budi yang turut mengawasi proses pengerjaan mengatakan bahwa tahap akhir ini harus menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik bagi Mbah Ngadinem.

Ia juga berpesan agar rumah yang telah dibangun bersama itu nantinya dapat dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap setelah selesai nanti, rumah ini bisa dirawat dengan baik. Apa yang sudah dibangun bersama ini harus dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Serka Eko Budi.

Menurutnya, rehab RTLH bukan hanya soal memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi warga penerima manfaat.

Karena rumah yang layak bukan hanya soal tembok yang kokoh, melainkan juga tentang rasa tenang, nyaman, dan martabat hidup yang lebih baik.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut