Tragis, Dua Anak Tenggelam di Irigasi Singomerto Banjarnegara Ditemukan Meninggal
BANJARNEGARA, iNewsJoglosemar.id – Peristiwa dua anak tenggelam di Irigasi Singomerto Banjarnegara berakhir duka. Tim SAR gabungan akhirnya menemukan kedua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang di saluran irigasi Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian sejak Rabu (15/7/2026) sore.
Korban pertama, M. Fadli Al Fayad, ditemukan lebih dahulu pada Kamis (16/7/2026) pukul 09.35 WIB. Sementara korban kedua, Zafran, berhasil ditemukan sekitar lima jam kemudian, tepatnya pukul 15.00 WIB. Setelah dievakuasi, keduanya langsung dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menyampaikan rasa duka cita atas musibah tersebut sekaligus mengapresiasi kerja keras seluruh personel SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian.
"Alhamdulillah kedua anak yang hilang tenggelam berhasil tim SAR gabungan temukan, namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. Keduanya langsung dibawa tim ke RSUD Banjarnegara untuk pemeriksaan penyebab kematian korban," ujar Budiono.
Budiono menjelaskan, kedua korban ditemukan di lokasi yang cukup jauh dari titik awal diduga tenggelam akibat terbawa arus saluran irigasi.
Korban pertama ditemukan sekitar 1,7 kilometer dari lokasi terakhir terlihat. Sementara korban kedua ditemukan sejauh 3,5 kilometer dari lokasi kejadian.
"Korban pertama ditemukan pukul 09.35 WIB di jarak 1,7 kilometer dan korban kedua pukul 15.00 WIB berjarak 3,5 kilometer dari lokasi terakhir mereka terlihat," jelasnya.
Sebelumnya, Kantor SAR Semarang melalui Pos SAR Wonosobo mengerahkan satu tim penyelamat setelah menerima laporan dua anak hilang diduga tenggelam di Irigasi Singomerto pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima, kedua anak tersebut sedang bermain di sekitar saluran irigasi pada pukul 16.30 WIB. Sekitar 30 menit kemudian, keduanya tidak lagi terlihat di saluran irigasi yang memiliki kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter.
Warga sempat melakukan pencarian secara mandiri hingga malam hari, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Kantor SAR Semarang untuk dilakukan operasi pencarian.
Operasi pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur SAR gabungan. Tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran irigasi serta penyelaman di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tersangkut.
Setelah pencarian berlangsung selama sehari, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan sehingga operasi SAR resmi ditutup.
Budiono menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Kami mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi ini. Terima kasih juga kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja sama sehingga kedua korban dapat segera ditemukan," pungkasnya.
Editor : Enih Nurhaeni