Tatapan Ngaliman Penuh Harap, Rumah yang Dibangun Satgas TMMD di Purworejo Segera Rampung
PURWOREJO, iNewsJoglosemar.id – Tatapan Ngaliman tak lepas dari dinding rumah yang kini berdiri semakin kokoh di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Rumah yang sebelumnya jauh dari kata layak huni itu kini hampir rampung dibangun melalui program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo.
Setiap hari, Ngaliman menyaksikan personel Satgas TMMD dan warga bergotong royong menyusun batako demi batako. Progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan, dengan pemasangan dinding rumah yang kini hampir selesai.
Bagi Ngaliman, bangunan yang perlahan berdiri bukan sekadar tempat berteduh. Rumah tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih aman dan nyaman.
Personel Satgas TMMD bersama warga tampak bekerja tanpa mengenal lelah menyelesaikan pembangunan rumah. Meski cuaca cukup terik, semangat gotong royong tetap terjaga agar rumah milik Ngaliman dapat segera ditempati.
Pemasangan dinding batako yang hampir rampung menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan RTLH. Bentuk rumah kini mulai terlihat utuh dan menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
Babinsa Desa Watuduwur, Sertu Supriyanto, mengatakan pembangunan RTLH berjalan sesuai target berkat kerja sama antara Satgas TMMD dan masyarakat.
"Alhamdulillah, pemasangan dinding batako sudah hampir selesai. Semangat gotong royong warga bersama anggota Satgas TMMD sangat luar biasa. Kami berharap rumah ini segera rampung sehingga keluarga Bapak Ngaliman dapat menikmati tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman," ujarnya.
Program RTLH dalam TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak. Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya mempercepat pembangunan rumah, tetapi juga membawa harapan bagi warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
Bagi Ngaliman, setiap batako yang tersusun menjadi penanda bahwa impian memiliki rumah yang lebih layak kini tinggal menunggu waktu. Dalam waktu dekat, rumah tersebut diharapkan sudah dapat ditempati bersama keluarganya.
Editor : Enih Nurhaeni