get app
inews
Aa Text
Read Next : 942 Santri dan Pengasuh Pesantren Berebut Beasiswa Jateng, Begini Ujiannya

Senyum Sugeng Mengembang, Perajin Jaran Kepang Disabilitas Terima Bantuan Modal

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:37 WIB
header img
Senyum Sugeng Mengembang, Perajin Jaran Kepang Disabilitas Terima Bantuan Modal. (Foto: iNewsJoglosemar.id/Taufik Budi).

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Senyum Sugeng tak pernah lepas dari wajahnya saat namanya dipanggil menerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (29/7/2026). Bertumpu pada sepasang kruk kayu, pria penyandang disabilitas asal Kelurahan Pandean, Kecamatan Ambarawa itu melangkah perlahan menuju meja petugas.

Di balik keterbatasan fisiknya, Sugeng telah bertahun-tahun bertahan hidup dengan membuat jaran kepang atau kuda lumping secara mandiri. Bantuan modal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi angin segar untuk mengembangkan usahanya.

Selama ini Sugeng mengerjakan seluruh proses produksi seorang diri, mulai dari merangkai bambu, mengecat hingga menyelesaikan pesanan. Dalam sehari ia mampu membuat sekitar dua jaran kepang, sedangkan untuk produksi dalam jumlah besar membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

"Usahanya sudah lama. Modal awal dulu sekitar Rp300 ribuan. Bantuan ini rencananya untuk beli kompresor, cat, sama bambu," ujar Sugeng.

Ia mengaku pesanan datang dari berbagai kalangan, mulai kelompok kesenian hingga mainan untuk anak-anak. Namun keterbatasan modal membuat kapasitas produksinya belum bisa ditingkatkan.

Tak jauh dari Sugeng, penerima bantuan lainnya, Mukholil, penyandang disabilitas asal Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, juga tampak sumringah. Perajin rotan berusia 49 tahun itu berharap bantuan tersebut dapat memperbesar usahanya yang selama ini dijalankan seorang diri.

"Saya buat kursi rotan. Modal selama ini sedikit-sedikit dari keluarga. Bantuan ini untuk mengembangkan usaha," katanya singkat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Istichomah menjelaskan, bantuan tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang disalurkan melalui usulan Pemerintah Kabupaten Semarang.

Sebanyak 18 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) menerima bantuan masing-masing Rp20 juta. Setiap kelompok beranggotakan 10 orang dengan berbagai jenis usaha produktif.

Selain itu, terdapat 20 penerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang masing-masing memperoleh Rp2,5 juta. Sebagian besar merupakan penyandang disabilitas yang telah memiliki usaha.

"Persyaratannya mereka belum menerima bantuan sosial lain seperti PKH (Program Keluarga Harapan) atau BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai), masuk desil satu sampai empat, kemudian kami lakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan usahanya benar-benar layak dibantu," kata Istichomah.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penyandang disabilitas agar semakin mandiri secara ekonomi.

"Kami ingin penyandang disabilitas benar-benar berdaya dan setara. Mereka punya usaha, bisa menghidupi dirinya sendiri, mengembangkan usahanya, sehingga tidak bergantung kepada orang lain maupun pemerintah," ujarnya.

Ia menyebut saat ini terdapat lebih dari 100 penyandang disabilitas di Kabupaten Semarang yang memiliki usaha. Namun keterbatasan anggaran membuat bantuan permodalan belum dapat menjangkau seluruh pelaku usaha.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang kembali mengalokasikan bantuan bagi pelaku usaha kecil, termasuk penyandang disabilitas.

Menurutnya, berbagai usaha yang dijalankan penerima bantuan menunjukkan kreativitas masyarakat, mulai dari peternakan ayam, perikanan, warung, produksi makanan ringan hingga kerajinan jaran kepang.

"Kami berpesan agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, jangan digunakan untuk kebutuhan yang tidak produktif. Semoga usahanya semakin maju dan berkembang," kata Ngesti.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi para penyandang disabilitas untuk semakin mandiri, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan melalui usaha yang mereka bangun dengan kemampuan sendiri.

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut