Aksi Jambret Gagal di Kaliwungu! 4 Pelaku Anak di Bawah Umur, Motor Dibakar Massa
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id - Upaya penjambretan terhadap seorang perempuan di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, berujung pada diamankannya lima orang yang diduga terlibat. Dari lima orang tersebut, empat di antaranya masih berstatus anak.
Peristiwa itu terjadi di jalan raya wilayah Dusun Panggang, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Korban, Eka (25), warga Kecamatan Kaliwungu, menjadi sasaran kelompok tersebut saat mengendarai sepeda motor.
Berdasarkan penyelidikan kepolisian, aksi tersebut bermula sekitar pukul 18.30 WIB. RAS alias R (18) diduga mengajak empat orang lainnya yang masih anak untuk berkumpul di wilayah Tlatar, Kabupaten Boyolali.
Kelima orang tersebut kemudian diduga mengintai calon korban. Saat melihat korban melintas, mereka membuntuti menggunakan dua sepeda motor matik, yakni Honda Beat dan Honda Vario.
Sesampainya di lokasi kejadian, dua pelaku berinisial DA (14) dan MAF (14) yang mengendarai Honda Beat diduga mendekati korban dan berusaha mengambil tas miliknya secara paksa. Namun, upaya tersebut gagal.
Korban kemudian mengejar kedua pelaku sambil berteriak meminta pertolongan ke arah jalan raya. Pada saat bersamaan, tiga orang lainnya yang berada di belakang korban menggunakan Honda Vario terjatuh. Kendaraan tersebut diduga terjatuh karena pengendaranya panik saat melintas di jalan yang licin.
Warga yang mengetahui kejadian kemudian mendatangi lokasi. Korban menunjuk tiga orang yang terjatuh sebagai bagian dari kelompok yang sebelumnya berusaha mengambil tasnya.
Ketiga orang tersebut kemudian diamankan warga. Mereka sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum personel Polsek Kaliwungu datang ke lokasi dan mengamankan mereka.
Ketiga pelaku kemudian dibawa ke Puskesmas Kaliwungu untuk mendapatkan penanganan. Namun, situasi kembali memanas setelah sejumlah warga mendatangi puskesmas untuk mencari para pelaku.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., turun langsung memantau proses evakuasi. Personel Satreskrim Polres Semarang bersama Dalmas Satsamapta Polres Semarang dan Polsek Kaliwungu kemudian melakukan pengamanan dan mengevakuasi para pelaku ke Satreskrim Polres Semarang.
Sementara itu, dua pelaku lainnya, yakni DA dan MAF, sempat melarikan diri dari lokasi. Unit Resmob Satreskrim Polres Semarang melakukan penyelidikan hingga akhirnya kedua pelaku ditemukan di kediaman masing-masing di wilayah Kabupaten Boyolali.
Keduanya berhasil diamankan kurang dari 12 jam setelah kejadian. Lima orang yang diduga terlibat kemudian dibawa ke Satreskrim Polres Semarang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo membenarkan penanganan perkara tersebut.
"Polres Semarang telah mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam upaya pencurian dengan kekerasan. Dari lima orang tersebut, satu orang sudah berusia dewasa, sementara empat lainnya masih di bawah umur," ujarnya.
Kapolsek Kaliwungu Iptu Arie mengatakan pengamanan para pelaku dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif setelah warga memadati Puskesmas Kaliwungu.
"Prioritas kami atas kejadian semalam adalah menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ketika situasi di lokasi mulai tidak terkendali, personel Satreskrim, Satsamapta dan Polsek Kaliwungu segera melakukan evakuasi terhadap para pelaku untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.
Dalam kejadian tersebut, kendaraan Honda Vario yang digunakan R (18), MR (13), dan ANS (14) juga menjadi sasaran amukan warga. Kendaraan tersebut dibakar oleh warga yang berkumpul di lokasi.
Untuk proses hukum, tersangka dewasa dijerat Pasal 479 ayat (1), (2) huruf d KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Sementara empat pelaku yang masih anak diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tentang sistem peradilan pidana anak.
"Untuk pelaku yang masih anak, tentunya penanganannya kami lakukan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap memperhatikan hak-hak anak," pungkas Iptu Arie.
Editor: Enih Nurhaeni