SEMARANG, iNEWSJOGLOSEMAR.ID – Industri kendaraan listrik di Indonesia semakin berkembang pesat, ditandai dengan pencapaian luar biasa yang diraih Polytron Fox-R. Motor listrik besutan Polytron ini sukses mencatatkan rekor perjalanan terjauh dengan menempuh jarak 1.333 kilometer dari Jakarta hingga Bali, menjadikannya sebagai motor listrik pertama di Indonesia yang menorehkan sejarah tersebut.
Pencapaian ini diakui oleh Museum Rekor Indonesia (MURI), yang memberikan penghargaan atas ketahanan dan performa unggulan motor listrik buatan lokal ini. Uji ketahanan ini membuktikan bahwa kendaraan listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat diandalkan untuk perjalanan jarak jauh.
Head of Public Communications Polytron, Vina Julita Wijaya, menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti bahwa motor listrik karya anak bangsa mampu bersaing dengan kendaraan konvensional.
"Kami ingin menunjukkan bahwa motor listrik Polytron tidak hanya sekadar kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga memiliki daya tahan tinggi dan siap digunakan untuk perjalanan jauh. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan kendaraan listrik berkualitas tinggi bagi masyarakat Indonesia," ujar Vina.
Pasar EV Kian Bergairah
Sejak diluncurkan pada tahun 2021, motor listrik Polytron telah terjual lebih dari 20 ribu unit di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai beralih ke kendaraan listrik sebagai solusi transportasi yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
Polytron terus mengembangkan produk kendaraan listriknya dengan teknologi yang lebih efisien, guna mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan jaringan distribusi luas, motor listrik Polytron semakin mudah diakses oleh masyarakat di berbagai daerah.
Dalam upayanya untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif dalam negeri, motor listrik Polytron telah memenuhi 100% Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ini berarti seluruh komponennya diproduksi di dalam negeri, menjadikannya sebagai kendaraan listrik yang benar-benar mendukung industri lokal.
Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan daya saing industri otomotif nasional, tetapi juga mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kendaraan listrik dari luar negeri.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait