Ia menambahkan, jika menggunakan pompa berbahan bakar BBM, biaya operasional bisa mencapai jutaan rupiah setiap bulan. Dengan sistem tenaga surya, beban biaya tersebut dapat ditekan secara signifikan.
“Paling kita hanya menyiapkan biaya listrik. Estimasinya sekitar Rp1,5 juta per bulan. Masih akan kita hitung pastinya setelah sebulan beroperasi penuh,” ujarnya.
Pompa tersebut diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Tan Yasin Maimoen pada 31 Desember 2025. Peresmian ini menjadi penanda bahwa penanganan rob tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pompa berbahan bakar minyak yang mahal dan boros energi.
“Kalau hanya pompa, itu solusi pertama. Tapi kita juga harus berpikir jangka panjang,” ujar Ahmad Luthfi.
Kehadiran PATS di Sayung menjadi model penanganan rob yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Ahmad Luthfi menegaskan, energi terbarukan akan menjadi bagian penting dalam berbagai sektor pembangunan ke depan.
“Ini akan kita jadikan contoh. Bukan hanya untuk rob, tapi juga untuk pertanian, perikanan, bahkan perkantoran,” katanya.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
