DEMAK, iNewsJoglosemar.id – Menutup akhir tahun 2025, dihadirkan solusi baru untuk persoalan rob yang selama ini menjadi beban warga pesisir. Di Dukuh Lengkong, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Pompa Air Tenaga Surya (PATS) resmi beroperasi sebagai ikhtiar jangka panjang mengatasi genangan air laut.
PATS Sayung bekerja memanfaatkan energi matahari sebagai sumber utama penggerak pompa. Panel-panel surya menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik untuk mengalirkan air dari genangan rob ke saluran pembuangan. Sistem ini telah diuji coba beberapa hari sebelum peresmian dan beroperasi tanpa suara mesin maupun asap bahan bakar.
Pompa yang dipasang menggunakan sistem hibrid. Pada siang hari, seluruh operasional mengandalkan energi surya. Ketika malam tiba atau cuaca mendung, sistem otomatis beralih ke listrik tanpa memerlukan pengoperasian manual.
Air yang dipompa berasal dari sungai, saluran air, dan genangan rob yang kerap meluap ke permukiman serta lahan pertanian warga. Air tersebut dialirkan melalui pipa menuju saluran pembuangan, sehingga genangan bisa dikendalikan secara bertahap.
PATS Sayung didukung 74 panel surya berkapasitas masing-masing 720 Watt peak, dengan total daya mencapai 66 kiloWatt peak. Pekerjaan pembangunan dimulai pada 16 Oktober 2025 dan rampung pada 22 Desember 2025 atau selama 68 hari kalender.
Bupati Demak Esti’anah menilai PATS sebagai jawaban atas persoalan klasik yang selama ini dihadapi daerah pesisir. Menurutnya, ketersediaan pompa air sebenarnya sudah ada, namun biaya bahan bakar kerap menjadi kendala utama.
“Pompa ada, tapi BBM-nya berat. Dengan tenaga surya, ini jadi solusi yang sangat efektif. Alhamdulillah, respons dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur cepat sekali,” ujar Esti’anah.
Ia berharap, penerapan pompa tenaga surya dapat diperluas ke titik-titik rawan rob lainnya di Kabupaten Demak agar penanganan banjir tidak lagi bersifat tambal sulam.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa PATS Sayung dilengkapi dua unit pompa dengan kapasitas masing-masing 125 liter per detik.
“Pokoknya sangat efisien. Siang hari semua operasional pakai solar cell. Malam baru pakai listrik. Biayanya jauh lebih murah,” kata Henggar.
Ia menambahkan, jika menggunakan pompa berbahan bakar BBM, biaya operasional bisa mencapai jutaan rupiah setiap bulan. Dengan sistem tenaga surya, beban biaya tersebut dapat ditekan secara signifikan.
“Paling kita hanya menyiapkan biaya listrik. Estimasinya sekitar Rp1,5 juta per bulan. Masih akan kita hitung pastinya setelah sebulan beroperasi penuh,” ujarnya.
Pompa tersebut diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Tan Yasin Maimoen pada 31 Desember 2025. Peresmian ini menjadi penanda bahwa penanganan rob tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pompa berbahan bakar minyak yang mahal dan boros energi.
“Kalau hanya pompa, itu solusi pertama. Tapi kita juga harus berpikir jangka panjang,” ujar Ahmad Luthfi.
Kehadiran PATS di Sayung menjadi model penanganan rob yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Ahmad Luthfi menegaskan, energi terbarukan akan menjadi bagian penting dalam berbagai sektor pembangunan ke depan.
“Ini akan kita jadikan contoh. Bukan hanya untuk rob, tapi juga untuk pertanian, perikanan, bahkan perkantoran,” katanya.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
