Bandungan Siapkan Parade 25 Mobil Bunga Fresh, Nilainya Tembus Ratusan Juta Rupiah

Taufik Budi
Bandungan Siapkan Parade 25 Mobil Bunga Fresh, Nilainya Tembus Ratusan Juta Rupiah. Foto: ilustrasi/Ist

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Festival Bunga Bandungan 2026 kembali digelar dengan konsep yang lebih semarak. Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah kirab 25 mobil hias yang seluruhnya dihiasi bunga segar (fresh flower). Nilai bunga yang digunakan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Panitia Festival Bunga Bandungan, Sugianto, mengatakan penyelenggaraan festival tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media promosi bagi sentra florikultura Bandungan dan wilayah sekitarnya.

Menurutnya, Bandungan merupakan salah satu daerah penghasil bunga terbesar di Jawa Tengah sehingga potensi tersebut perlu diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat Indonesia.

"Yang pertama kita ingin mempromosikan hasil bunga kita. Bunga yang ada di Bandungan dan sekitarnya untuk lebih banyak dikenal di penjuru negeri Tanah Air biar semua mengenal Bandungan, Kabupaten Semarang itu penghasil bunga yang besar," kata Sugianto saat jumpa pers di Wahid Bandungan Hotel & Resort, Selasa (30/6/2026).

Ia berharap penyelenggaraan festival tahun ini dapat berkembang menjadi agenda berskala nasional.

"Terus selanjutnya event kali ini kita berharap lebih gede lagi biar bisa menjunjung menjadi event nasional," ujarnya.

Rangkaian Festival Bunga Bandungan berlangsung pada 3-5 Juli 2026. Dimulai pada Jumat, 3 Juli dengan seminar pertanian yang dijadwalkan menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Florikultura Kementerian Pertanian.

Selain seminar, panitia juga menggelar kegiatan pengenalan buket bunga segar kepada penyandang disabilitas sebagai bagian dari edukasi sekaligus memperluas manfaat festival kepada berbagai kalangan masyarakat.

Pada hari yang sama, pengunjung juga akan disuguhi berbagai pertunjukan kesenian daerah yang berlangsung hingga malam hari.

Memasuki Sabtu, 4 Juli 2026, festival diisi dengan workshop merangkai bunga, lomba mewarnai bertema bunga untuk anak-anak, serta lomba merangkai bunga yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.

Kegiatan seni budaya kembali menjadi pelengkap rangkaian acara sebelum memasuki puncak festival pada Minggu, 5 Juli 2026.

Puncak Festival Bunga Bandungan akan diawali kirab mobil hias berbahan bunga segar yang dimulai dari halaman Wahid Bandungan Hotel & Resort menuju Alun-Alun Bandungan atau Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Jetis dengan iringan peserta pengombyong yang menampilkan beragam kesenian dan budaya daerah.

Sugianto mengungkapkan, setiap mobil hias membutuhkan bunga segar dengan nilai ekonomi yang tidak sedikit.

"Per mobilnya bisa mencapai sekitar Rp20-30-an juta per mobil hiasnya," jelasnya.

Dengan total 25 mobil hias yang ikut berparade, nilai bunga yang digunakan secara keseluruhan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Selain mobil hias, peserta juga menyiapkan mobil pendukung, perangkat suara, hingga berbagai ornamen berbahan bunga yang nilainya juga mencapai puluhan juta rupiah untuk setiap kelompok peserta.

Ketua Panitia Festival Bunga Bandungan, Amir, menambahkan terdapat 25 peserta yang mengikuti festival pada tahun kelima ini. Prosesi pembagian bunga kepada masyarakat mengalami perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Prosesi rebutan bunga kali ini dibuat lebih tertib. Begitu rombongan masuk lapangan, panitia atau petugas yang akan membagikan bunga secara langsung kepada masyarakat. Jadi bukan warga yang berebut sendiri," ujar Amir.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Festival Bunga Bandungan yang dinilai lahir dari inisiatif masyarakat.

Menurutnya, Bandungan sebagai sentra penghasil bunga terbesar di Jawa Tengah sudah semestinya memiliki agenda tahunan yang menjadi ikon daerah.

"Event ini muncul dari bawah sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen. Mestinya ini sudah masuk kalender event kabupaten dan didorong ke tingkat nasional,” terangnya.

Festival Bunga Bandungan diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Bandungan sebagai pusat florikultura di Jawa Tengah. Sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha bunga lokal.

“Kami berharap Pemkab memberikan dukungan penuh. Ke depan, penganggarannya bisa diambil alih oleh Pemkab, namun pelaksanaannya tetap ditangani secara mandiri oleh petani dan pedagang bunga," pungkasnya.

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network