AGAM, iNewsJoglosemar.id — Tumpukan logistik dan obat-obatan ditata rapi di salah satu posko relawan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Di balik kesibukan tersebut, Tim Relawan Keempat Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) Universitas Diponegoro (Undip) kembali menyiapkan langkah kecil yang berarti besar bagi para penyintas bencana.
Pada Sabtu, 27 Desember 2025, rangkaian kegiatan diawali dengan pengemasan dan pendistribusian bantuan logistik serta medis. Bantuan tersebut kemudian diserahkan ke posko-posko relawan, fasilitas layanan kesehatan, serta dua rumah warga yang difungsikan sebagai posko relawan D-DART Undip.
Usai proses distribusi, relawan bergerak menuju lokasi tugas masing-masing. Kegiatan hari itu dibagi ke dalam dua tim utama, yakni tim Maninjau dan tim Palembayan, dengan fokus layanan yang disesuaikan kondisi wilayah terdampak.
Di kawasan Maninjau, tim relawan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan. Sebaliknya, perhatian diarahkan pada pemulihan psikososial penyintas yang masih menyimpan trauma pascabencana. Tim yang terdiri dari dr. Muhammad Satya Arrif Zulhani, Agum Saputra, Muhammad Seno Reynaldi, dan Riva Rahayu memulai pendekatan secara perlahan dan penuh empati.
Sebanyak 16 anak dan 12 orang dewasa mengikuti layanan psikososial. Anak-anak diajak mewarnai dan mendengarkan cerita melalui art therapy dan storytelling, sementara orang dewasa mendapatkan pendampingan psikospiritual serta latihan mindfulness untuk membantu menenangkan pikiran dan emosi.
Selain pendampingan, tim relawan juga menyerahkan obat-obatan serta bahan habis pakai medis kepada Puskesmas Maninjau. Seluruh proses serah terima dilakukan secara administratif sebagai bentuk akuntabilitas layanan.
Sementara itu, di Puskesmas Palembayan, tim relawan lintas disiplin menjalankan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan. Obat-obatan disalurkan sesuai kebutuhan pasien dan puskesmas setempat, memastikan layanan kesehatan tetap berjalan di tengah keterbatasan pascabencana.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
